Tombak Rakyat.com – Mamberamo Tengah – Di tengah keterbatasan dan tantangan alam, solidaritas dan gotong royong menjadi kekuatan utama bagi TNI dan warga di Distrik Eragayam, Mamberamo Tengah, Papua. Bersama-sama, mereka membangun jembatan darurat tradisional untuk memulihkan aksesibilitas transportasi yang terputus akibat bencana longsor yang kerap melanda wilayah tersebut akibat curah hujan tinggi.

Aksi cepat tanggap ini merupakan wujud kepedulian Satgas Yonif 521/DY untuk membantu masyarakat agar dapat beraktivitas kembali dan menghidupkan kembali roda perekonomian yang sempat terhenti. Jembatan darurat ini menjadi urat nadi penghubung antara Distrik Kelila dan Distrik Eragayam, memudahkan mobilitas warga dan distribusi bantuan.

Danpos Satgas, Letda Inf Anggi Hardika, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat ini bertujuan untuk membantu meringankan beban pengguna jalan dan masyarakat sekitar, karena jalur tersebut merupakan akses utama untuk jalur perlintasan masyarakat.
Sementara itu, kepala adat Bapak Larson Karoba, mewakili seluruh elemen masyarakat, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas Pamtas Yonif 521/DY, khususnya Pos Eragayam, yang telah peduli terhadap kesulitan masyarakat perbatasan dengan membuatkan jembatan darurat yang terputus akibat longsor.

Komandan Satgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E, M.I.P, menambahkan bahwa pembuatan jembatan darurat tradisional dari material kayu yang terputus akibat tanah longsor tersebut dilakukan Satgas Yonif 521/DY bersama warga secara gotong royong.
“Aksi ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat pedalaman Papua untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat agar supaya Masyarakat dapat bisa beraktivitas kembali seperti biasanya,” tegasnya dengan penuh semangat.
( Desi/PMKB )












