OTOMOTIF

RX King Makin Diburu, Harga Melonjak Tajam, Awal 2026 Jadi Momen Emas “Raja Dua Tak”

690
×

RX King Makin Diburu, Harga Melonjak Tajam, Awal 2026 Jadi Momen Emas “Raja Dua Tak”

Sebarkan artikel ini

Jawa Barat — TombakRakyat.com
Yamaha RX King kembali menunjukkan tajinya. Memasuki akhir 2025 hingga awal 2026, motor dua tak legendaris ini semakin langka di pasaran. Namun justru karena kelangkaan itu, harganya melonjak tajam dan kini dipandang sebagai aset bernilai.

Di wilayah Ciayumajakuning dan Jawa Barat, RX King tidak lagi sekadar motor hobi. Banyak penghobi dan kolektor memburunya, membuat harga terus naik.

Hal ini disampaikan Mas Eki Putra, putra dari Bang Jay, pemilik Showroom Kali Jajar Motor Kedokan Bunder, Indramayu.
“RX King tahun 2003 kondisi komplit sekarang bisa tembus Rp25 juta. Dulu harga barunya sekitar Rp16 jutaan. Sekarang rasanya seperti investasi,” ujarnya.

Baca Juga  Meski Beda Profesi, Bikers Journalist Indonesia (BJI) Bersama Bikers Advocate Indonesia (BAI) Chapter Cirebon Raya Jalin Kolaborasi "Sesama Bikers Bersatu'

Menurut Mas Eki, kenaikan harga terjadi karena unit RX King semakin sulit ditemukan, sementara peminat terus bertambah.
“Penjual sedikit, yang cari banyak. Jadi harga naik terus. Itu hukum pasar,” jelasnya. Meski begitu, pihak showroom tetap berusaha mendatangkan unit RX King dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Bang Jay menambahkan, showroom miliknya tidak hanya menjual RX King, tetapi juga menyediakan berbagai motor second lainnya dengan harga bersaing.

Dari sisi komunitas, Bang Yayat Achdiyat, Pendiri sekaligus Dewan Penasihat Cirebon King Club (CKC), menjelaskan bahwa RX King tetap digemari karena performa mesinnya yang kuat dan perawatannya mudah.

“RX King Cobra produksi 1997–2003 punya mesin 135 cc, dua tak, tenaga sekitar 18,2 HP. Untuk motor lawas, tenaganya masih galak,” katanya.

Baca Juga  Arief Yolando Pimpin BJI, Organisasi Jurnalis Bikers Resmi Berdiri di Cirebon

Ketangguhan RX King rutin dibuktikan lewat kegiatan touring CKC ke berbagai kota.
“Kalau dirawat dengan baik, RX King itu kuat dan nggak rewel,” tambah Bang Yayat.

CKC juga dikenal sebagai komunitas yang menjunjung nilai edukasi dan sosial. Anggotanya aktif berbagi ilmu perawatan motor, menanamkan etika berlalu lintas, serta mengedepankan keselamatan berkendara. CKC menolak aksi ugal-ugalan dan menjauhkan diri dari citra negatif geng motor.

“Naik RX King itu bukan soal kebut-kebutan, tapi soal saling menghargai di jalan,” tegasnya. CKC juga rutin menggelar kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Baca Juga  Jalin Kolaborasi, Bikers Jurnalis Indonesia (BJI) Hadiri Pertemuan Bikers FKPPI se-Jawa Barat di Waduk Darma KUNINGAN

Terkait anggapan RX King boros bahan bakar, Bang Yayat menilai semuanya kembali pada cara berkendara.
“Motor dua tak punya karakter sendiri. Boros atau tidak tergantung tangan kanan. Tapi sensasi tarikannya itu yang bikin ketagihan,” ujarnya.

Dengan harga yang terus naik, RX King kini menjadi motor hobi sekaligus peluang investasi. Namun lebih dari itu, RX King menyimpan nilai sejarah, persaudaraan, dan pelajaran tentang berkendara yang bertanggung jawab.

RX King bukan hanya legenda dua tak, tetapi simbol bahwa gaya berkendara yang dewasa, aman, dan beretika adalah hal paling berharga di jalan raya.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *