BERITA

Warga Klaten Sambut Tahun Baru 2026 dengan Doa Lintas Agama Tanpa Kembang Api

117
×

Warga Klaten Sambut Tahun Baru 2026 dengan Doa Lintas Agama Tanpa Kembang Api

Sebarkan artikel ini

TOMBAKRAKYAT.COM — KLATEN — Ada yang berbeda dalam suasana pergantian tahun di Kabupaten Klaten. Ribuan masyarakat yang memadati Alun-Alun Klaten pada Rabu malam (31/12/2025) menyambut tahun baru 2026 bukan dengan dentuman kembang api, melainkan dengan doa bersama lintas agama yang penuh kekhidmatan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, KH Syamsuddin Asyrofi, memimpin langsung jalannya doa bersama. Didampingi lima tokoh dari berbagai latar belakang agama serta jajaran Forkopimda Klaten, momen pergantian tahun tersebut berlangsung dalam suasana religius dan reflektif.

Baca Juga  Outlook 2026 :Refleksi Kinerja Gubernur dan Wagub Jateng,Ekonomi Tumbuh Positif

 

Wujud Empati terhadap Bencana

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menegaskan bahwa kebijakan meniadakan pesta kembang api dan terompet merupakan bentuk empati kolektif. Mengingat saat ini beberapa wilayah di Indonesia tengah berduka akibat bencana alam, Pemkab Klaten mengimbau warga untuk merayakan tahun baru dengan kesederhanaan.

“Kami mengajak masyarakat untuk mengedepankan nilai kemanusiaan. Momentum ini sebaiknya menjadi waktu untuk refleksi diri dan meningkatkan rasa empati terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Hamenang dalam sambutannya.

Baca Juga  Penanganan Dugaan Korupsi Dana Pensiun PDAM Kabupaten Kupang Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Bersama Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto, ia berpesan agar warga mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat tanpa harus berlebihan.

 

Keamanan Ketat dan Kondusif

Guna memastikan kelancaran acara, Polres Klaten menerjunkan sedikitnya 500 personel keamanan. Kapolres Klaten menjelaskan bahwa pengamanan telah dilakukan sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, mencakup gereja-gereja, pasar rakyat, hingga area Car Free Night di Jalan Pemuda.

Meski tanpa hiruk-pikuk kembang api, antusiasme warga tetap tinggi. Puluhan ribu orang tumpah ruah di pusat kota, namun tetap menjaga ketertiban umum sesuai arahan pemerintah.

Baca Juga  Kunjungan Ketua Formades Kendal ke Lokasi Budidaya Lele Tanjungmojo

Harapan untuk Tahun 2026

Senada dengan pemerintah daerah, Ketua FKUB KH Syamsuddin Asyrofi berharap semangat kerukunan ini menjadi modal utama dalam menghadapi tahun yang baru.

“Tanpa hiruk pikuk kembang api, tapi penuh makna dan doa. Semoga tahun 2026 membawa kedamaian dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Klaten,” pungkas Syamsuddin menutup prosesi doa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *