Tombak Rakyat.com – Serang Banten– Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bustanul Muta’allimin di Desa Curug Agung, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, tengah menghadapi tantangan berat akibat kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan. Didirikan pada tahun 1995, lembaga pendidikan ini belum pernah mendapatkan perawatan atau renovasi sama sekali selama lebih dari dua dekade, membuat proses belajar mengajar (KBM) dan aktivitas sekolah terganggu signifikan.
Kepala MTs Bustanul Muta’allimin, Hasan, mengungkapkan bahwa madrasah hanya bertahan dengan cara improvisasi tanpa perhatian yang memadai dari pihak terkait. “Kami seakan dinaktirikan, padahal bangunan sudah sangat tua dan fasilitasnya tidak layak digunakan lagi untuk mendukung pendidikan anak-anak,” ujarnya dengan nada prihatin.

Pada musim hujan, halaman sekolah sering tergenang air yang membuat kegiatan belajar harus dihentikan atau dialihkan secara terpaksa. Ruang kelas tampak rapuh dengan banyak retakan di dinding dan lantai, sementara kursi yang biasanya difungsikan untuk hajatan harus digunakan sebagai tempat duduk siswa selama KBM. Ruang kantor kepala sekolah dan ruang guru juga tidak memiliki pembatas yang jelas, membuat penggunaan ruangan menjadi tidak terstruktur.
“Kami bahkan belum memiliki MCK yang layak untuk siswa dan guru. Halaman selalu becek, jumlah ruang kelas sangat minim, dan pemagaran untuk keamanan sekolah masih hanya rencana,” tambah Hasan.

Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, Hasan tetap berkomitmen memberikan pendidikan terbaik dan mendukung program wajib belajar 9 tahun. “Di era sekarang, masyarakat memilih sekolah dengan fasilitas baik karena bisa menunjang kualitas. Kami sangat berharap bisa memberikan lingkungan belajar yang layak seperti sekolah lainnya,” katanya penuh harapan.
Kepala Desa Curug Agung juga menyatakan dukungan penuh untuk madrasah yang menjadi harapan banyak keluarga di desa tersebut. “Ini adalah wadah pendidikan dasar yang penting, harus mendapatkan perhatian layak. Kami siap memperjuangkannya, apalagi para guru tetap menjalankan tugas dengan semangat meskipun kondisi terbatas,” jelasnya.

Harapan Terhadap Pemerintah Dan Pemangku Kepentingan
* Memberikan bantuan renovasi menyeluruh untuk ruang kelas, kantor sekolah, dan MCK yang higienis.
* Menyelesaikan masalah genangan banjir agar kegiatan belajar tidak terganggu setiap musim hujan.
* Menyediakan fasilitas pembelajaran memadai serta mendukung pengembangan sarana prasarana seperti pemagaran dan taman belajar.
* Menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dengan memberikan perhatian setara kepada semua lembaga, termasuk madrasah di daerah terpencil.
Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tenaga pendidik berkualitas, tetapi juga lingkungan belajar yang layak. Semoga pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar anak-anak di desa ini dapat belajar dengan nyaman dan mencapai potensi terbaik mereka.
Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas di lingkungan yang layak. Kondisi MTs Bustanul Muta’allimin yang telah bertahan 25 tahun tanpa renovasi seharusnya menjadi perhatian bersama.
( Desi )












