Jakarta,TombakRakyat.com _Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa dalam momentum Hari Pendidikan Nasional di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Sabtu (2/5/2026).
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menyuarakan kritik terhadap kebijakan pendidikan nasional serta menyampaikan 10 tuntutan kepada pemerintah.
Adapun 10 tuntutan yang disampaikan, yakni:
1. Reformasi tata kelola anggaran pendidikan dan penghentian komersialisasi pendidikan.
2. Evaluasi Permendikbud No. 55 Tahun 2024 untuk melindungi korban kekerasan seksual di kampus.
3. Menjadikan pendidikan sebagai prioritas substantif pemerintah, bukan sekadar formalitas anggaran.
4. Pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga daerah 3T.
5. Peningkatan kesejahteraan dan kepastian status guru honorer.
6. Rehabilitasi sekolah rusak di seluruh Indonesia.
7. Kebijakan pendidikan yang konsisten dan berbasis data.
8. Penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal
9. Transparansi dan pengawasan ketat anggaran pendidikan.
10. Mendesak revisi pembahasan UU Sisdiknas dengan melibatkan partisipasi masyarakat sipil secara nyata.

Aksi berlangsung dengan orasi secara bergantian dari berbagai perwakilan mahasiswa. Massa juga membawa poster dan spanduk berisi kritik terhadap kondisi pendidikan saat ini.
Situasi sempat memanas sekitar pukul 16.10 WIB ketika massa mencoba mendorong barikade aparat kepolisian di Jalan Merdeka Selatan. Massa mendesak agar diberikan akses menuju depan Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Mahasiswa menilai penyampaian aspirasi di depan Istana penting agar tuntutan mereka dapat didengar langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Sejak awal kami mau menggelar aksi di Istana. Kami yakin jika tidak di depan Istana, suara kami tidak akan didengar oleh Presiden Prabowo,” ujar koordinator aksi dari atas mobil komando.
Hingga sore hari, aparat keamanan masih berjaga untuk mengantisipasi eskalasi dan memastikan aksi tetap berlangsung kondusif.












