CIREBON, TombakRakyat.com — Peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Cirebon pada Jumat (1/5/2026) diwarnai aksi pembakaran ban dan penutupan sebagian ruas jalan oleh massa mahasiswa. Kendati sempat memanas di beberapa titik, aparat kepolisian memastikan situasi secara umum tetap aman dan terkendali.
Kapolres Cirebon Kota, Eko iskandar menyampaikan bahwa pihaknya menerjunkan sekitar 250 personel untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa. Pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis guna menjaga stabilitas dan mencegah eskalasi konflik di lapangan.
“Sebanyak 250 personel kami turunkan untuk mengamankan jalannya aksi. Kami juga melayani adik-adik mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi mereka kepada DPRD Kota Cirebon. Secara umum, situasi berjalan kondusif,” ujarnya kepada awak media.
Aksi massa sempat terpusat di jalur Pantura, tepatnya di perempatan lampu merah Pemuda, Jalan Brigjen Dharsono. Di lokasi tersebut, demonstran membakar ban bekas di tengah jalan sambil menyampaikan orasi, yang sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.
Selain itu, sebuah truk sempat dihentikan oleh massa dan digunakan sebagai media untuk berorasi serta memasang spanduk. Namun, menurut pihak kepolisian, insiden tersebut berlangsung singkat dan tidak menimbulkan gangguan berarti bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
“Ada satu truk yang sempat dihentikan untuk kebutuhan orasi. Namun tidak berlangsung lama, tidak menyebabkan kemacetan signifikan, dan tidak menimbulkan gesekan,” jelasnya.
Kapolres menegaskan bahwa dinamika yang terjadi merupakan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Meski demikian, aparat tetap melakukan pengawasan agar aksi tidak berkembang menjadi anarkis.
“Ini bagian dari dinamika demokrasi. Kami pastikan seluruh kegiatan tetap dalam kendali, tidak ada konflik, dan masyarakat tetap merasa aman,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian memastikan rangkaian kegiatan peringatan May Day di Kota Cirebon masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, termasuk agenda bersama antara pemerintah daerah dan perwakilan buruh.
“Kami menjamin keamanan seluruh rangkaian kegiatan May Day, baik yang dilakukan mahasiswa maupun buruh. Polisi hadir untuk melindungi semua pihak. Rencananya akan ada kegiatan bersama antara perwakilan buruh, wali kota, dan Forkopimda pada hari Minggu,” pungkasnya.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa penyampaian aspirasi tetap harus berjalan seiring dengan menjaga ketertiban umum, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat luas.












