EKONOMI & BISNISEdukasi

Pedagang Kopi Keliling Raup Berkah di Tengah Ramainya 2026

45
×

Pedagang Kopi Keliling Raup Berkah di Tengah Ramainya 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta, TombakRakyat.com1 Mei 2026 Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang dipadati ribuan massa tidak hanya menjadi ruang aspirasi pekerja, tetapi juga membawa berkah bagi pelaku usaha kecil. Salah satunya dirasakan oleh Fikri Hidayat, pedagang kopi keliling dengan merek “Coffee Monyoo”.

Di tengah keramaian aksi dan peringatan yang berlangsung di sejumlah titik ibu kota, Fikri tampak sibuk melayani pembeli. Ia mengaku dagangannya habis terjual dalam waktu singkat. Jika pada hari biasa ia menjual sekitar 50 cup, pada momentum May Day kali ini penjualannya melonjak hingga 200 cup dalam sehari.

Baca Juga  Bupati Pati dan Wali Kota Madiun Ditahan KPK, Kemendagri Ambil Alih Kendali: Wakil Kepala Daerah Ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas
Istimewa

“Alhamdulillah hari ini penjualan sangat meningkat. Ini jadi tanda bahwa produk kami mulai diterima masyarakat,” ujar Fikri saat ditemui di sela aktivitasnya.

Fikri menjelaskan, hasil penjualan tersebut memiliki arti penting bagi keluarganya. Ia kini menjadi tulang punggung bagi istri dan empat anaknya, setelah memutuskan beralih profesi dari sektor perhotelan menjadi pelaku usaha mikro sekitar satu tahun lalu.

Baca Juga  Pemudik Padati Stasiun Pasar Senen

Keputusan banting setir itu, menurutnya, tidak mudah. Namun seiring waktu, usaha kopi yang dirintisnya mulai menunjukkan perkembangan. Ia menawarkan berbagai varian minuman, mulai dari kopi susu aren, caramel katta, matcha katta, hingga minuman non-kopi seperti choco hazelnut dan thai tea latta.

Istimewa

Fenomena yang dialami Fikri mencerminkan bagaimana perputaran ekonomi informal tetap bergerak di tengah agenda besar nasional. Kehadiran pedagang kaki lima dan pelaku UMKM menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika peringatan May Day, sekaligus menunjukkan ketahanan sektor usaha kecil dalam memanfaatkan peluang.

Baca Juga  FORMADES Karanganyar Perkuat Peran Pendamping Desa Melalui Pelatihan Digitalisasi DIGIDES 

Di sisi lain, momentum ini juga menegaskan pentingnya ruang publik yang aman dan tertib, agar kegiatan masyarakat—baik aksi penyampaian pendapat maupun aktivitas ekonomi—dapat berjalan berdampingan tanpa mengganggu ketertiban umum.

Kisah Fikri menjadi potret sederhana bahwa di balik isu-isu besar ketenagakerjaan, terdapat harapan-harapan kecil yang terus tumbuh dari sektor akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *