TOMBAKRAKYAT.COM — KLATEN — Sebanyak 91 peserta resmi diwisuda sebagai Panatacara (pembawa acara adat Jawa) dan Pamedhar Sabda (juru pidato/penyampai sambutan) profesional oleh Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Masyarakat Pencinta Bahasa dan Sastra Jawa (DPD Permadani) Kabupaten Klaten Di Pendopo Pemkab Klaten minggu (30/11/25).
Upacara wisuda Bregada XXII ini menandai berakhirnya pelatihan intensif yang berlangsung selama hampir tujuh bulan, dari Mei hingga November 2025.
Kursus yang dirancang dengan pendekatan andragogi ini melibatkan beberapa sesi tatap muka dengan durasi 120 jam, menerapkan komposisi 60% praktik dan 40% nya teori. Pendekatan dengan tujuan memastikan peserta tidak hanya menguasai teori, tetapi juga menguasai dalam praktik, mulai dari pambagyaharja, pasrah tampi penganten hingga berbagai jenis sesorah dalam upacara adat.
KRAT Harmintono Hardi Budoyonagoro, A.P.,( Ketua DPD Permadani Klaten ) dalam laporannya menjelaskan bahwa 91 lulusan tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari 114 peserta terdaftar yang berhasil melewati pendadaran tertulis dan praktik. “Capaian ini merefleksikan tingginya komitmen para peserta dalam menginternalisasi budaya tutur Jawa, yang menekankan kesantunan dan ketepatan berbahasa,” ujar KRAT Harmintono.
Pelatihan ini dinilai strategis dalam membekali masyarakat dengan kompetensi untuk melayani kebutuhan acara budaya, sekaligus menjaga kelangsungan filosofi bahasa Jawa, khususnya konsep unggah-ungguh dan penggunaan istilah yang tepat.
Sejak berdiri pada bulan Juli 2003, Permadani Klaten telah konsisten membina total 600 lebih anggota. Momentum wisuda ini turut dirangkai dengan pengukuhan anggota baru dan pamong Permadani periode 2024–2028 oleh DPW Permadani Jawa Tengah.
KRAT Harmintono berharap para wisudawan dapat menjadi duta budaya di tengah masyarakat, menjalankan tugas dengan nilai hamêmayu hayuning sasama (memperindah kehidupan sesama), dan menjadikan setiap pengabdian mereka sebagai kontribusi nyata bagi pelestarian keluhuran budaya Jawa di Klaten.












