BERITADAERAHPOLITIK & PEMERINTAHANSPOT NEWSWarta Desa

Pelayanan Administrasi Lamban, Warga Ngawensari Kendal Pasang Spanduk Protes di Balai Desa

94
×

Pelayanan Administrasi Lamban, Warga Ngawensari Kendal Pasang Spanduk Protes di Balai Desa

Sebarkan artikel ini

KENDAL, TOMBAK RAKYAT.COM – Suasana di depan Balai Desa Ngawensari, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal mendadak ramai diperbincangkan. Sebuah spanduk (MMT) bernada protes terpasang di pagar kantor desa sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kinerja pelayanan publik yang dinilai lambat dan tidak profesional, Selasa (9/6/2026).

Spanduk berwarna kuning mencolok tersebut bertuliskan pesan menohok dalam bahasa Jawa: “PERINGATAN!!! LURAH SAK PERANGKATE NEK WES ORA SANGGUP NGABDI, SELEH JABATANMU, AKEH SENG AREP GANTI” (Peringatan!!! Lurah dan perangkatnya kalau sudah tidak sanggup mengabdi, lepaskan jabatanmu, banyak yang mau menggantikan).

Dipicu Keluhan Surat-Menyurat

Berdasarkan penelusuran di lapangan, aksi pemasangan spanduk ini merupakan puncak kekesalan warga terkait urusan administrasi dan surat-menyurat.

Baca Juga  Serikat Karyawan (Sekar) Perhutani Kendal Rayakan Harlah Ke-21 Dengan Salurkan Ribuan Bibit Kopi dan Karet

Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan tanda tangan atau pengesahan dokumen karena kepala desa jarang berada di kantor saat jam kerja.

Foto :   spanduk (MMT) bernada protes terpasang di pagar kantor desa sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kinerja pelayanan publik yang dinilai lambat dan tidak profesional, Selasa (9/6/2026).

“Warga sering kesulitan kalau mau mengurus surat. Harusnya bisa selesai di balai desa, tapi malah harus mencari ke rumah pribadi atau menunggu di luar kantor.

Ini sangat menghambat urusan kami,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini dianggap bertolak belakang dengan fungsi balai desa sebagai pusat pelayanan publik yang seharusnya mudah diakses masyarakat selama jam dinas.

Tanggapan Pemerintah Desa

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa Ngawensari, Naskuriah, mengonfirmasi bahwa kepala desa memang sering memiliki agenda kedinasan di luar kantor, seperti rapat koordinasi maupun kegiatan di Kantor MBG.

Baca Juga  Kapolres Majalengka Sambut Wakapolda Jabar, Tinjau Kesiapan Arus Balik di Tol Cipali

“Jika warga butuh tanda tangan mendesak, biasanya memang disarankan menemui di rumah atau lokasi kegiatan beliau.

Kami mengakui ini menjadi kendala bagi sebagian masyarakat,” jelas Naskuriah saat ditemui di Balai Desa.

Terkait pemasangan MMT protes tersebut, pihak Pemerintah Desa Ngawensari menyatakan tidak akan antikritik.

Naskuriah justru menganggap aksi warga ini sebagai bahan evaluasi besar bagi seluruh jajaran perangkat desa.

“Banner itu adalah koreksi untuk kami semua. Ini aspirasi warga yang harus diperhatikan.

Baca Juga  BELAJAR DI USIA SENJA : FORMADES DPC KARANGANYAR GELAR PELATIHAN HIDROPONIK

Kami akan jadikan ini bahan evaluasi internal agar pelayanan administrasi ke depan bisa lebih optimal dan cepat,” tambahnya.

Viral di Media Sosial

Foto penampakan depan Balai Desa Ngawensari yang dipasangi spanduk protes tersebut kini viral di berbagai platform media sosial.

Warganet Kendal turut menyoroti pentingnya reformasi birokrasi di tingkat desa agar masyarakat tidak lagi dipersulit dalam urusan administrasi dasar.

Pemerintah Desa Ngawensari berjanji akan segera memperbaiki sistem pelayanan agar warga tidak perlu lagi mencari perangkat desa hingga ke rumah pribadi demi mendapatkan hak pelayanan publik mereka.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *