BERITADAERAHSOCIAL & BUDAYA

Saluran Irigasi Kering, Ratusan Hektar Sawah di Ringinarum Kendal Terancam Gagal Panen

349
×

Saluran Irigasi Kering, Ratusan Hektar Sawah di Ringinarum Kendal Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini

TOMBAK RAKYAT.COM, KENDAL – Ratusan hektar areal persawahan di wilayah Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terancam mengalami kekeringan parah akibat saluran irigasi utama (DAS) yang tidak berfungsi optimal.(3/12/2025)

Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu produksi tanaman padi dan menyebabkan kerugian besar bagi para petani setempat.

Dampak Kekeringan Meluas

Beberapa desa yang dilaporkan mengalami dampak paling parah meliputi Desa Purworejo, Pager Dawung, dan Wungurejo, khususnya di Dukuh Jatirejo.

Baca Juga  Jalan Sehat Bersama Kemenag Karanganyar Meriahkan Hari Amal Bakti ke-80

Di desa-desa ini, saluran irigasi yang vital bagi pengairan sawah terlihat mengering, seperti terlihat pada dokumentasi gambar yang diterima redaksi.

Foto : Lokasi DAS yang tdk berfungsi dan sedikit berlumpur jg di tumbuhi rumput

Padahal, ketersediaan air yang cukup sangat berpengaruh besar terhadap peningkatan produksi pertanian.

Sebelumnya, pemerintah desa setempat dan berbagai pihak terkait sering melakukan kegiatan normalisasi atau gotong royong membersihkan saluran irigasi untuk memastikan air mengalir lancar.

Baca Juga  Job Fair NTT Dinilai Jadi Solusi Pengangguran, Jonias Killa: “Kelola Pengangguran Itu Jauh Lebih Sulit”

Namun, untuk kondisi kekeringan saat ini, upaya perbaikan yang lebih signifikan tampaknya diperlukan.

Keluhan Petani Belum Direspon

Masyarakat petani, melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Peketan setempat, mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pertanian dan juga Dinas Pengairan (PSDA) Kabupaten Kendal.

Namun, hingga berita ini diturunkan, laporan tersebut belum mendapatkan respons yang diharapkan.

“Sudah kami laporkan ke dinas terkait, namun sampai sekarang belum direspon,” ujar ketua kelompok tani setempat yang enggan disebutkan identitas aslinya, namun diketahui bernama Subkhi.

Baca Juga  Bantuan Beras Tak Merata,Forum Membangun Desa Aceh Tenggara menilai  Dapat Memicu Kericuhan di Masyarakat

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis air ini sebelum tanaman padi benar-benar puso (gagal panen).

Petani di wilayah Kendal lainnya juga pernah mengeluhkan hal serupa dan berharap kebijakan Bupati dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *