BERITADAERAH

MERAWAT INDONESIA Kesbangpol Jateng Gelar Dialog Wawasan Kebangsaan di Karanganyar

43
×

MERAWAT INDONESIA Kesbangpol Jateng Gelar Dialog Wawasan Kebangsaan di Karanganyar

Sebarkan artikel ini
oplus_2

 

*Karanganyar, Tombak Rakyat. com–* Upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa terus dilakukan di tengah dinamika sosial, politik, dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks. Salah satunya melalui kegiatan Dialog Interaktif Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (11/6/2026) di Aula Kelurahan Jongke, Kabupaten Karanganyar.

 

Mengusung tema “Ekspresi Nilai Wawasan Kebangsaan dalam Membangun Persatuan”, kegiatan ini diikuti sekitar lima puluh peserta yang berasal dari unsur tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai kelompok relawan yang berada di wilayah Kabupaten Karanganyar.

 

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki latar belakang legislatif maupun sosial kemasyarakatan. Di antaranya Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Mukafi Fadli, Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumarsono, serta Antonius Yogo Prabowo dan Subandi Podmo Rejo.

Baca Juga  Danramil 19 Trucuk Tinjau Proyek Pembangunan Fisik KDKMP di Desa Pundungsari Trucuk

 

*Menjaga Persatuan di Tengah Tantangan Zaman*

 

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurut mereka, wawasan kebangsaan tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata di tengah masyarakat.

 

Berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, polarisasi sosial, hingga menurunnya semangat gotong royong, menjadi alasan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan di tingkat akar rumput.

 

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah menegaskan bahwa persatuan bangsa merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas daerah maupun nasional. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terus merawat semangat kebhinekaan dan memperkuat rasa memiliki terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Sementara itu, para peserta yang hadir juga diajak untuk memahami bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup yang harus menjadi landasan dalam membangun hubungan sosial, menyelesaikan perbedaan, dan menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Baca Juga  BELAJAR DI USIA SENJA : FORMADES DPC KARANGANYAR GELAR PELATIHAN HIDROPONIK

 

*Dialog Interaktif dan Partisipasi Masyarakat*

 

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung secara interaktif. Setelah sesi pemaparan materi, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pandangan, maupun pengalaman terkait kondisi sosial kemasyarakatan di lingkungan masing-masing.

 

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada para narasumber. Berbagai isu mulai dari penguatan pendidikan karakter, peran organisasi masyarakat dalam menjaga persatuan, hingga tantangan generasi muda dalam menghadapi arus informasi digital menjadi topik yang dibahas dalam dialog tersebut.

 

Forum semacam ini dinilai penting karena tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi, tetapi juga ruang komunikasi dua arah antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat. Melalui dialog yang terbuka, berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat dapat didiskusikan sekaligus dicarikan solusi bersama.

Baca Juga  Mendagri Imbau Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua Jadi Rujukan Kepala Daerah

 

*Merawat Indonesia dari Daerah*

 

Kegiatan Dialog Wawasan Kebangsaan di Karanganyar menjadi salah satu bentuk nyata upaya merawat Indonesia dari tingkat daerah. Persatuan bangsa tidak lahir begitu saja, melainkan harus terus dipelihara melalui pendidikan, dialog, dan keterlibatan aktif masyarakat.

 

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, penguatan wawasan kebangsaan menjadi investasi penting untuk menjaga keutuhan NKRI. Nilai-nilai Pancasila, semangat gotong royong, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman tetap menjadi fondasi utama dalam membangun Indonesia yang kuat dan berdaulat.

 

Acara berakhir menjelang siang dengan sesi foto bersama antara narasumber dan peserta sebagai simbol komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *