BERITA

Danramil 19 Trucuk Tinjau Proyek Pembangunan Fisik KDKMP di Desa Pundungsari Trucuk

145
×

Danramil 19 Trucuk Tinjau Proyek Pembangunan Fisik KDKMP di Desa Pundungsari Trucuk

Sebarkan artikel ini

TOMBAKRAKYAT.COM — KLATEN – Komandan Rayon Militer (Danramil) 19 Trucuk, Kapten Inf. Widoyo, didampingi oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pundungsari, Koptu Dwi Wiyanta, melakukan peninjauan mendadak ke lokasi proyek pembangunan fisik di Desa Pundungsari, Kecamatan Trucuk, Klaten, pada hari Senin siang (8/12/25).

Peninjauan ini bertujuan memastikan kualitas dan progres pelaksanaan proyek strategis desa pembangunan KDKMP.

Pengawasan Mutu dan Progres Pembangunan

Fokus utama kunjungan Danramil adalah mengawasi tahapan awal pengerjaan proyek. Babinsa Koptu Dwi Wiyanta menjelaskan bahwa saat ini pekerjaan tengah berfokus pada tahapan kritis pembangunan struktur.

“Untuk kunjungan dari Pak Danramil tadi, fokusnya pada masalah pengurukan (penimbunan tanah). Setelah itu baru dilanjutkan pemasangan balok sloof (pondasi beton), dan terakhir pemasangan bata ringan (hebel) di bagian depan,” ungkap Koptu Dwi Wiyanta.

Baca Juga  Ketika Stok Susu Selalu “Kosong”: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Gizi Anak Bangsa

 

Hingga saat ini, progres fisik pembangunan dilaporkan telah mencapai angka 19% hingga 20%. Proyek ini dialokasikan berjalan selama tiga bulan dengan target penyelesaian pada akhir Januari Tahun depan.

 

Dampak Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Selain aspek teknis, proyek pembangunan ini juga membawa misi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Pundungsari. Koptu Dwi Wiyanta berharap proyek ini dapat memberikan efek domino positif bagi perekonomian lokal.

“Harapan kami, pembangunan ini dapat mendukung dan membantu perekonomian rakyat ke depan. Ini akan membantu penghasilan dari rakyat, agar perputaran perekonomian di desa ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

 

Kunjungan Danramil 19 Trucuk ini menegaskan peran aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengawal pembangunan di daerah guna menjamin kualitas pekerjaan dan dampak positifnya terhadap masyarakat desa.

*Sekdes pundungsari pastikan pembangunan tanpa kendala lahan*

Baca Juga  Penuh Khidmat, Wakil Bupati Klaten H. Benny Indra Ardhianto Dimakamkan Secara Kenegaraan

 

Pembangunan Kios Desa Mandiri (KDKMP) di Desa Pundungsari, menjadi fokus perhatian setelah kunjungan peninjauan yang dilakukan oleh Bapak Danramil dari jajaran TNI. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kemajuan proyek strategis yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Sekertaris desa (Sekdes) pundungsari, Ngadino Ali Mustofa, menegaskan bahwa proyek tersebut berjalan sesuai rencana dan tidak menghadapi masalah lahan.

Klarifikasi Lahan dan Dukungan Desa

Sekdes Ngadino Ali Mustofa menjelaskan bahwa lokasi pembangunan menggunakan tanah kas desa yang berstatus lahan kering. Hal ini menghilangkan kebutuhan untuk proses tukar guling (ijol), yang sering menjadi kendala dalam proyek pembangunan.

“Alhamdulillah lahan tidak ada masalah, karena itu memang tanah kas desa, tanah kering,” ujar Ngadino. Penggunaan lahan ini telah disepakati melalui musyawarah desa (Musdes) yang melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), RT/RW, dan seluruh tokoh masyarakat. Pemerintah desa hanya bertugas menyediakan lokasi, sementara seluruh pelaksanaan pembangunan dikelola sepenuhnya oleh pihak pelaksana.

Baca Juga  Puncak Harlah 1 Abad NU di Istora Senayan Dihadiri Tokoh dan Pejabat Negara

KDMP merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang ditujukan untuk kesejahteraan warga desa.

Proyek ini memanfaatkan lahan dengan total luas sekitar 1.000 meter persegi. Rencananya, bangunan utama akan memiliki dimensi kurang lebih 20 x 30 meter, dengan tambahan area halaman di bagian depan 10 meter.

 

Mewakili desa dan seluruh warga, Ngadino Ali Mustofa menyampaikan harapan agar pembangunan KDKMP ini dapat segera diselesaikan. “Harapannya kami kalau bisa nggih, segera selesai agar nanti bisa segera digunakan untuk warga kita, karena untuk kesejahteraan warga kita toh ini Koperasi desa itu,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *