KLATEN, TOMBAKRAKYAT.com — Majelis Wali Songo Kecamatan Delanggu selenggarakan acara rutin tiga bulanan bertajuk Rosulan Umbul Dongo pada hari Senin malam (29/12/25). Kegiatan yang diinisiasi oleh Perjuangan Wali Songo Laskar Sabilillah ini bertujuan sebagai sarana doa bersama bagi para leluhur di wilayah Kecamatan Delanggu, khususnya trah leluhur Mataram Islam.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, termasuk Gusti Sinuhun Pakubuwono XIV dan Gusti Moeng (Gusti Wandansari), serta jajaran pengageng Sentono Dalem. Kehadiran mereka menegaskan kolaborasi erat antara Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta dengan tokoh masyarakat setempat dalam menjaga warisan leluhur.
Rangkaian Kegiatan Spiritual dan Budaya
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan berbagai rangkaian acara yang memadukan unsur religius dan tradisi:
Pagi Hari ~Pembacaan Khataman Al-Qur’an sebanyak 30 Juz.
Sore Hari ~Pelaksanaan doa arwah dan tawasul.
Malam Hari ~Pembacaan doa Barjanjen yang dilanjutkan dengan pertunjukan seni budaya berupa kidungan.
Penutup ~Tradisi Kembul Bujono atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan antara kerabat keraton dan masyarakat.

Menjaga Jati Diri Bangsa
Perwakilan penyelenggara menyampaikan bahwa fokus utama dari gerakan ini adalah nguri-uri atau melestarikan budaya Jawa yang bersumber langsung dari Keraton Surakarta.
Di tengah hangatnya diskusi mengenai isu nasab di masyarakat, pihak Majelis Wali Songo menegaskan bahwa misi utama mereka adalah memastikan masyarakat tidak kehilangan jati diri dan sejarah lokal. “Terkait nasab, yang penting kita sudah menyampaikan kebenaran. Terkait mau diikuti atau tidak, kembali lagi ke masyarakat yang menilai,” ujar salah satu perwakilan dalam sesi wawancara tersebut.
Acara ini diharapkan dapat terus mempererat tali silaturahmi antar warga sekaligus memperkokoh ketahanan budaya di era modern.
(WR)












