“Gagal bukan aib, melainkan modal paling mahal untuk menuju sukses.”
SOLO, TOMBAKRAKYAT.com – Komunitas Duda Janda Preneurs (DjPreneurs) menggelar talkshow bertajuk “Inspiratif: Dari Gagal Berani Melangkah Menuju Sukses” pada Minggu (18/1/2026) pukul 13.00 WIB di Red Chili Hotel Solo. Sebanyak 125 peserta dari anggota DjPreneurs se-Soloraya menghadiri kegiatan ini.
Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa yang dipandu pembawa acara Rima. Ketua Panitia yang diwakili Awang menegaskan bahwa talkshow ini digelar sebagai ruang refleksi dan pembelajaran bersama.“Kegagalan dalam keluarga, usaha, maupun pergaulan tidak boleh mematikan harapan. Justru dari situlah kesuksesan dibangun,” ujarnya.

Ketua DjPreneurs Joko Sutrisno mengatakan komunitas ini berdiri dua tahun lalu dan beranggotakan lintas profesi, mulai dari PNS, karyawan swasta, pengusaha, pelaku UMKM hingga pedagang. “Gagal bukan akhir perjalanan. Yang berbahaya adalah gagal lalu berhenti belajar,” tegas Joko. Ia juga membagikan tiga kunci bangkit dari kegagalan: memilih mentor yang lebih unggul, membangun jejaring dengan pribadi berani gagal, serta berada di lingkungan yang tulus memberi dorongan.
Narasumber Suharnoko Harbani mengungkapkan, kegagalan di sektor pertanian dan keputusan pensiun dini dari perbankan justru menjadi titik baliknya. “Kegagalan memaksa saya berinovasi. Dari situ lahir lebih dari 20 mesin UMKM yang kini digunakan pelaku usaha,” katanya.
Pengusaha batik dan kreator animasi Gunawan Apri menyoroti perubahan wajah industri batik. “Batik tidak lagi eksklusif dan statis. Ia bisa tumbuh di ruang kreatif, digital, dan lintas generasi,” ujarnya.

Sementara Baningsih Tedjo K berbagi pengalaman pahit gagal di usaha mebel dan suplai bahan pangan sebelum menemukan jalannya sebagai konsultan kepribadian. “Kunci bangkit adalah mengenali diri sendiri sebelum membangun usaha,” katanya singkat.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengapresiasi DjPreneurs sebagai ruang tumbuh bersama. “Kesuksesan tidak lahir dari perjalanan yang mulus, tetapi dari keberanian mengevaluasi kesalahan, memperbaiki, dan terus melangkah,” tandasnya












