Surakarta, TombakRakyat.com — Sebuah gerakan persaudaraan Islam lintas organisasi resmi lahir di Kota Surakarta. Bertempat di Pendopo Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Takaful Ukhuwah Islamiyah Surakarta (TUIS) dideklarasikan pada Rabu Legi (3/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 22.15 WIB itu dihadiri tokoh agama, cendekiawan, serta masyarakat muslim dari berbagai latar belakang organisasi Islam seperti Muhammadiyah, NU, MTA, Persis, dan lainnya. TUIS hadir sebagai wadah memperkuat persaudaraan, saling memahami, dan saling membantu tanpa membawa identitas organisasi masing-masing.
Dalam musyawarah yang digelar, peserta sepakat mengamanahkan kepemimpinan TUIS kepada Ustadz Drs. H. Wasono Nurhadi sebagai Koordinator Utama dan Moch. Fauzi sebagai Sekretaris Jenderal.
Struktur pembina TUIS terdiri dari Respati Achmad Ardianto dan Barata Sena, sementara jajaran penasihat diisi oleh Ustadz Ir. Kamaluddin Gimo, Dr. Aries Budi Marwanto, dan Ir. Alpha Febela Priyatmono.

Dalam pemaparannya, Sekjen TUIS Moch. Fauzi menjelaskan bahwa gerakan ini dibangun di atas lima pilar utama, yaitu ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), taaluf (saling menyatukan hati), taawun (saling tolong-menolong), dan tanasuh (saling menasihati).
“TUIS hadir untuk seluruh umat Islam tanpa memandang latar belakang organisasi. Yang dikedepankan adalah ukhuwah dan aksi nyata,” ujarnya.
Komitmen tersebut langsung diwujudkan pada malam pertama kegiatan. TUIS berhasil menghimpun dana sedekah sebesar Rp1,5 juta yang langsung disalurkan kepada tiga anggota yang membutuhkan. Selain itu, dana sebesar Rp120 ribu juga diberikan untuk mendukung program pemakaman muslim gratis di Kismoyoso, Ngemplak, Boyolali.
Salah satu pembina, Barata Sena, menegaskan pentingnya menjadikan TUIS sebagai ruang bersama untuk memperkuat persatuan umat. Dukungan juga datang dari Respati Achmad Ardianto yang memberikan fasilitas tempat serta dukungan konsumsi untuk pelaksanaan kegiatan rutin.
TUIS direncanakan akan menggelar pertemuan secara rutin setiap Rabu pada pekan pertama setiap bulan. Para pengurus berharap gerakan ini dapat menjadi model penguatan ukhuwah Islamiyah yang tidak hanya berkembang di Surakarta, tetapi juga menginspirasi daerah lain di Indonesia.
Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, TUIS diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan antarumat Islam sekaligus menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat.
(Redaksi/TombakRakyat.com) Berikut ringkasan dalam format artikel pemberitaan:
TUIS Resmi Diluncurkan di Surakarta, Perkuat Persaudaraan Islam Lintas Ormas
Surakarta, TombakRakyat.com – Sebuah gerakan persaudaraan Islam lintas organisasi resmi lahir di Kota Surakarta. Bertempat di Pendopo Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Takaful Ukhuwah Islamiyah Surakarta (TUIS) dideklarasikan pada Rabu Legi (3/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 22.15 WIB itu dihadiri tokoh agama, cendekiawan, serta masyarakat muslim dari berbagai latar belakang organisasi Islam seperti Muhammadiyah, NU, MTA, Persis, dan lainnya. TUIS hadir sebagai wadah memperkuat persaudaraan, saling memahami, dan saling membantu tanpa membawa identitas organisasi masing-masing.
Dalam musyawarah yang digelar, peserta sepakat mengamanahkan kepemimpinan TUIS kepada Ustadz Drs. H. Wasono Nurhadi sebagai Koordinator Utama dan Moch. Fauzi sebagai Sekretaris Jenderal.
Struktur pembina TUIS terdiri dari Respati Achmad Ardianto dan Barata Sena, sementara jajaran penasihat diisi oleh Ustadz Ir. Kamaluddin Gimo, Dr. Aries Budi Marwanto, dan Ir. Alpha Febela Priyatmono.
Dalam pemaparannya, Sekjen TUIS Moch. Fauzi menjelaskan bahwa gerakan ini dibangun di atas lima pilar utama, yaitu ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), taaluf (saling menyatukan hati), taawun (saling tolong-menolong), dan tanasuh (saling menasihati).
“TUIS hadir untuk seluruh umat Islam tanpa memandang latar belakang organisasi. Yang dikedepankan adalah ukhuwah dan aksi nyata,” ujarnya.
Komitmen tersebut langsung diwujudkan pada malam pertama kegiatan. TUIS berhasil menghimpun dana sedekah sebesar Rp1,5 juta yang langsung disalurkan kepada tiga anggota yang membutuhkan. Selain itu, dana sebesar Rp120 ribu juga diberikan untuk mendukung program pemakaman muslim gratis di Kismoyoso, Ngemplak, Boyolali.
Salah satu pembina, Barata Sena, menegaskan pentingnya menjadikan TUIS sebagai ruang bersama untuk memperkuat persatuan umat. Dukungan juga datang dari Respati Achmad Ardianto yang memberikan fasilitas tempat serta dukungan konsumsi untuk pelaksanaan kegiatan rutin.
TUIS direncanakan akan menggelar pertemuan secara rutin setiap Rabu pada pekan pertama setiap bulan. Para pengurus berharap gerakan ini dapat menjadi model penguatan ukhuwah Islamiyah yang tidak hanya berkembang di Surakarta, tetapi juga menginspirasi daerah lain di Indonesia.
Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, TUIS diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan antarumat Islam sekaligus menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat.
(Redaksi/TombakRakyat.com)rikut ringkasan dalam format artikel pemberitaan:
TUIS Resmi Diluncurkan di Surakarta, Perkuat Persaudaraan Islam Lintas Ormas
Surakarta, TombakRakyat.com – Sebuah gerakan persaudaraan Islam lintas organisasi resmi lahir di Kota Surakarta. Bertempat di Pendopo Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Takaful Ukhuwah Islamiyah Surakarta (TUIS) dideklarasikan pada Rabu Legi (3/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 22.15 WIB itu dihadiri tokoh agama, cendekiawan, serta masyarakat muslim dari berbagai latar belakang organisasi Islam seperti Muhammadiyah, NU, MTA, Persis, dan lainnya. TUIS hadir sebagai wadah memperkuat persaudaraan, saling memahami, dan saling membantu tanpa membawa identitas organisasi masing-masing.
Dalam musyawarah yang digelar, peserta sepakat mengamanahkan kepemimpinan TUIS kepada Ustadz Drs. H. Wasono Nurhadi sebagai Koordinator Utama dan Moch. Fauzi sebagai Sekretaris Jenderal.
Struktur pembina TUIS terdiri dari Respati Achmad Ardianto dan Barata Sena, sementara jajaran penasihat diisi oleh Ustadz Ir. Kamaluddin Gimo, Dr. Aries Budi Marwanto, dan Ir. Alpha Febela Priyatmono.
Dalam pemaparannya, Sekjen TUIS Moch. Fauzi menjelaskan bahwa gerakan ini dibangun di atas lima pilar utama, yaitu ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), taaluf (saling menyatukan hati), taawun (saling tolong-menolong), dan tanasuh (saling menasihati).
“TUIS hadir untuk seluruh umat Islam tanpa memandang latar belakang organisasi. Yang dikedepankan adalah ukhuwah dan aksi nyata,” ujarnya.
Komitmen tersebut langsung diwujudkan pada malam pertama kegiatan. TUIS berhasil menghimpun dana sedekah sebesar Rp1,5 juta yang langsung disalurkan kepada tiga anggota yang membutuhkan. Selain itu, dana sebesar Rp120 ribu juga diberikan untuk mendukung program pemakaman muslim gratis di Kismoyoso, Ngemplak, Boyolali.
Salah satu pembina, Barata Sena, menegaskan pentingnya menjadikan TUIS sebagai ruang bersama untuk memperkuat persatuan umat. Dukungan juga datang dari Respati Achmad Ardianto yang memberikan fasilitas tempat serta dukungan konsumsi untuk pelaksanaan kegiatan rutin.
TUIS direncanakan akan menggelar pertemuan secara rutin setiap Rabu pada pekan pertama setiap bulan. Para pengurus berharap gerakan ini dapat menjadi model penguatan ukhuwah Islamiyah yang tidak hanya berkembang di Surakarta, tetapi juga menginspirasi daerah lain di Indonesia.
Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, TUIS diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan antarumat Islam sekaligus menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat.
(Redaksi/TombakRakyat.com) Berikut ringkasan dalam format artikel pemberitaan:
TUIS Resmi Diluncurkan di Surakarta, Perkuat Persaudaraan Islam Lintas Ormas
Surakarta, TombakRakyat.com – Sebuah gerakan persaudaraan Islam lintas organisasi resmi lahir di Kota Surakarta. Bertempat di Pendopo Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Takaful Ukhuwah Islamiyah Surakarta (TUIS) dideklarasikan pada Rabu Legi (3/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 22.15 WIB itu dihadiri tokoh agama, cendekiawan, serta masyarakat muslim dari berbagai latar belakang organisasi Islam seperti Muhammadiyah, NU, MTA, Persis, dan lainnya. TUIS hadir sebagai wadah memperkuat persaudaraan, saling memahami, dan saling membantu tanpa membawa identitas organisasi masing-masing.
Dalam musyawarah yang digelar, peserta sepakat mengamanahkan kepemimpinan TUIS kepada Ustadz Drs. H. Wasono Nurhadi sebagai Koordinator Utama dan Moch. Fauzi sebagai Sekretaris Jenderal.
Struktur pembina TUIS terdiri dari Respati Achmad Ardianto dan Barata Sena, sementara jajaran penasihat diisi oleh Ustadz Ir. Kamaluddin Gimo, Dr. Aries Budi Marwanto, dan Ir. Alpha Febela Priyatmono.
Dalam pemaparannya, Sekjen TUIS Moch. Fauzi menjelaskan bahwa gerakan ini dibangun di atas lima pilar utama, yaitu ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), taaluf (saling menyatukan hati), taawun (saling tolong-menolong), dan tanasuh (saling menasihati).
“TUIS hadir untuk seluruh umat Islam tanpa memandang latar belakang organisasi. Yang dikedepankan adalah ukhuwah dan aksi nyata,” ujarnya.
Komitmen tersebut langsung diwujudkan pada malam pertama kegiatan. TUIS berhasil menghimpun dana sedekah sebesar Rp1,5 juta yang langsung disalurkan kepada tiga anggota yang membutuhkan. Selain itu, dana sebesar Rp120 ribu juga diberikan untuk mendukung program pemakaman muslim gratis di Kismoyoso, Ngemplak, Boyolali.
Salah satu pembina, Barata Sena, menegaskan pentingnya menjadikan TUIS sebagai ruang bersama untuk memperkuat persatuan umat. Dukungan juga datang dari Respati Achmad Ardianto yang memberikan fasilitas tempat serta dukungan konsumsi untuk pelaksanaan kegiatan rutin.
TUIS direncanakan akan menggelar pertemuan secara rutin setiap Rabu pada pekan pertama setiap bulan. Para pengurus berharap gerakan ini dapat menjadi model penguatan ukhuwah Islamiyah yang tidak hanya berkembang di Surakarta, tetapi juga menginspirasi daerah lain di Indonesia.
Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, TUIS diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan antarumat Islam sekaligus menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat.
(Redaksi/TombakRakyat.com) Berikut ringkasan dalam format artikel pemberitaan:
TUIS Resmi Diluncurkan di Surakarta, Perkuat Persaudaraan Islam Lintas Ormas
Surakarta, TombakRakyat.com – Sebuah gerakan persaudaraan Islam lintas organisasi resmi lahir di Kota Surakarta. Bertempat di Pendopo Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Takaful Ukhuwah Islamiyah Surakarta (TUIS) dideklarasikan pada Rabu Legi (3/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 22.15 WIB itu dihadiri tokoh agama, cendekiawan, serta masyarakat muslim dari berbagai latar belakang organisasi Islam seperti Muhammadiyah, NU, MTA, Persis, dan lainnya. TUIS hadir sebagai wadah memperkuat persaudaraan, saling memahami, dan saling membantu tanpa membawa identitas organisasi masing-masing.
Dalam musyawarah yang digelar, peserta sepakat mengamanahkan kepemimpinan TUIS kepada Ustadz Drs. H. Wasono Nurhadi sebagai Koordinator Utama dan Moch. Fauzi sebagai Sekretaris Jenderal.
Struktur pembina TUIS terdiri dari Respati Achmad Ardianto dan Barata Sena, sementara jajaran penasihat diisi oleh Ustadz Ir. Kamaluddin Gimo, Dr. Aries Budi Marwanto, dan Ir. Alpha Febela Priyatmono.
Dalam pemaparannya, Sekjen TUIS Moch. Fauzi menjelaskan bahwa gerakan ini dibangun di atas lima pilar utama, yaitu ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), taaluf (saling menyatukan hati), taawun (saling tolong-menolong), dan tanasuh (saling menasihati).
“TUIS hadir untuk seluruh umat Islam tanpa memandang latar belakang organisasi. Yang dikedepankan adalah ukhuwah dan aksi nyata,” ujarnya.
Komitmen tersebut langsung diwujudkan pada malam pertama kegiatan. TUIS berhasil menghimpun dana sedekah sebesar Rp1,5 juta yang langsung disalurkan kepada tiga anggota yang membutuhkan. Selain itu, dana sebesar Rp120 ribu juga diberikan untuk mendukung program pemakaman muslim gratis di Kismoyoso, Ngemplak, Boyolali.
Salah satu pembina, Barata Sena, menegaskan pentingnya menjadikan TUIS sebagai ruang bersama untuk memperkuat persatuan umat. Dukungan juga datang dari Respati Achmad Ardianto yang memberikan fasilitas tempat serta dukungan konsumsi untuk pelaksanaan kegiatan rutin.
TUIS direncanakan akan menggelar pertemuan secara rutin setiap Rabu pada pekan pertama setiap bulan. Para pengurus berharap gerakan ini dapat menjadi model penguatan ukhuwah Islamiyah yang tidak hanya berkembang di Surakarta, tetapi juga menginspirasi daerah lain di Indonesia.
Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, TUIS diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan antarumat Islam sekaligus menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat.
(Redaksi/TombakRakyat.com) Berikut ringkasan dalam format artikel pemberitaan:
TUIS Resmi Diluncurkan di Surakarta, Perkuat Persaudaraan Islam Lintas Ormas
Surakarta, TombakRakyat.com – Sebuah gerakan persaudaraan Islam lintas organisasi resmi lahir di Kota Surakarta. Bertempat di Pendopo Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Takaful Ukhuwah Islamiyah Surakarta (TUIS) dideklarasikan pada Rabu Legi (3/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 22.15 WIB itu dihadiri tokoh agama, cendekiawan, serta masyarakat muslim dari berbagai latar belakang organisasi Islam seperti Muhammadiyah, NU, MTA, Persis, dan lainnya. TUIS hadir sebagai wadah memperkuat persaudaraan, saling memahami, dan saling membantu tanpa membawa identitas organisasi masing-masing.
Dalam musyawarah yang digelar, peserta sepakat mengamanahkan kepemimpinan TUIS kepada Ustadz Drs. H. Wasono Nurhadi sebagai Koordinator Utama dan Moch. Fauzi sebagai Sekretaris Jenderal.
Struktur pembina TUIS terdiri dari Respati Achmad Ardianto dan Barata Sena, sementara jajaran penasihat diisi oleh Ustadz Ir. Kamaluddin Gimo, Dr. Aries Budi Marwanto, dan Ir. Alpha Febela Priyatmono.
Dalam pemaparannya, Sekjen TUIS Moch. Fauzi menjelaskan bahwa gerakan ini dibangun di atas lima pilar utama, yaitu ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), taaluf (saling menyatukan hati), taawun (saling tolong-menolong), dan tanasuh (saling menasihati).
“TUIS hadir untuk seluruh umat Islam tanpa memandang latar belakang organisasi. Yang dikedepankan adalah ukhuwah dan aksi nyata,” ujarnya.
Komitmen tersebut langsung diwujudkan pada malam pertama kegiatan. TUIS berhasil menghimpun dana sedekah sebesar Rp1,5 juta yang langsung disalurkan kepada tiga anggota yang membutuhkan. Selain itu, dana sebesar Rp120 ribu juga diberikan untuk mendukung program pemakaman muslim gratis di Kismoyoso, Ngemplak, Boyolali.
Salah satu pembina, Barata Sena, menegaskan pentingnya menjadikan TUIS sebagai ruang bersama untuk memperkuat persatuan umat. Dukungan juga datang dari Respati Achmad Ardianto yang memberikan fasilitas tempat serta dukungan konsumsi untuk pelaksanaan kegiatan rutin.
TUIS direncanakan akan menggelar pertemuan secara rutin setiap Rabu pada pekan pertama setiap bulan. Para pengurus berharap gerakan ini dapat menjadi model penguatan ukhuwah Islamiyah yang tidak hanya berkembang di Surakarta, tetapi juga menginspirasi daerah lain di Indonesia.
Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, TUIS diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan antarumat Islam sekaligus menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat.
°mila.poer












