JAKARTA, TOMBAKRAKYAT.com ~ Miing Bagito melontarkan pernyataan tajam sekaligus apresiatif terhadap Panji Pragiwaksono dalam sebuah program di TV One. Komedian senior yang nama aslinya Tubagus Dedi Suwandi Gumelar tersebut pernah menjabat sebagai anggota DPR-RI (2014-2019).
Miing menyoroti kemampuan Panji yang dinilainya luar biasa dalam mengumpulkan massa dalam jumlah besar tanpa embel-embel kekuasaan politik. Menurut Miing, Panji mampu menghadirkan sekitar 10 ribu penonton dalam sebuah pertunjukan komedi, dengan harga tiket mencapai Rp1 juta per orang. Fakta ini dianggapnya sebagai bukti kuat bahwa kepercayaan publik dan kekuatan gagasan jauh lebih efektif dibandingkan sekadar mobilisasi struktural.
“Partai politik untuk memobilisasi 10 ribu orang bisa menghabiskan ratusan miliar rupiah,” ujar Miing. Pernyataan ini sekaligus menjadi sindiran keras terhadap praktik politik elektoral yang boros biaya, penuh transaksi, namun belum tentu menghadirkan antusiasme tulus dari masyarakat.
Miing menilai, keberhasilan Panji bukan hanya soal popularitas, tetapi juga soal legitimasi moral dan intelektual di mata publik. Di tengah krisis kepercayaan terhadap institusi politik, fenomena ini menjadi cermin bahwa rakyat masih mau datang, membayar mahal, dan berkumpul—asal ada gagasan yang jujur, relevan, dan disampaikan dengan keberanian.
Ucapan Miing adalah tamparan telak bagi politik elektoral kita. Ketika seorang komedian mampu menggerakkan publik secara sukarela, sadar, dan membayar mahal, partai politik justru hanya mampu memobilisasi dengan uang dan tekanan struktural. Ini bukan lagi soal hiburan, melainkan krisis kepercayaan publik.
Panji menjual gagasan, kritik, dan keberanian berbicara. Partai politik menjual janji yang sering basi bahkan sebelum pemilu usai. Publik memilih mana yang layak didengar—dan hasilnya terlihat jelas di tribun penonton.
Jika komedian bisa mengumpulkan rakyat dengan ide, sementara partai politik harus membeli kehadiran rakyat, maka pertanyaannya sederhana: siapa sebenarnya yang sudah ditinggalkan publik?
Nn.jkt.












