BERITA

Kebakaran Melanda Bengkel Furniture di Banyuurip, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah

22
×

Kebakaran Melanda Bengkel Furniture di Banyuurip, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah

Sebarkan artikel ini

Petugas Pemadam kebakaran saat memadamkan bengkel Furniture 

PURWOREJO, TombakRakyat.com, – Sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat produksi furniture kayu di Desa Condongsari, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, dilalap si jago merah, Minggu. Kebakaran tersebut menghanguskan sebagian besar bangunan beserta material produksi yang berada di dalamnya.

Tempat usaha itu diketahui milik Hilal (60), warga RT 05/RW 03 Desa Condongsari. Kepulan asap tebal yang disusul kobaran api membuat warga sekitar berhamburan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.

Salah seorang warga, Ismiati, mengaku pertama kali menyadari adanya kebakaran setelah mendengar suara letupan dari arah bangunan tersebut.

“Awalnya terdengar suara letupan, tidak lama kemudian api sudah membesar,” tuturnya.

Kondisi Bengkel Furniture yg di lalap sijago merah (dok.istimewa)

Warga yang panik segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tiga unit armada pemadam diterjunkan ke lokasi dan langsung berjibaku memadamkan api agar tidak merambat ke rumah maupun bangunan lain di sekitarnya.

Berkat kerja cepat petugas bersama warga, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan. Meski demikian, bangunan tempat produksi furniture berikut berbagai peralatan, kayu, dan bahan baku di dalamnya tidak dapat diselamatkan.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Proses olah tempat kejadian perkara juga masih berlangsung guna memastikan sumber awal munculnya api.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pelaku usaha maupun masyarakat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan, terutama di lokasi yang menyimpan material mudah terbakar seperti kayu, serbuk gergaji, maupun bahan kimia. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran dinilai penting untuk meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar.