BERITADAERAH

35 Personel Gabungan dan Warga Bergerak Padamkan Api Karhutla Darupono.

58
×

35 Personel Gabungan dan Warga Bergerak Padamkan Api Karhutla Darupono.

Sebarkan artikel ini

KENDAL, TOMBAKRAKYAT.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menguji kesiapsiagaan di Kabupaten Kendal.

Kawasan Hutan Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, terbakar pada Jumat (11/9/2026) siang. Lahan kering sekitar 6.000 meter persegi dilalap api.

Kondisi medan yang kering dan embusan angin membuat kobaran api berpotensi cepat merembet ke kawasan hutan lindung.

Situasi tersebut langsung direspons dengan pengerahan 35 personel gabungan. Mereka terdiri dari Babinsa Koramil 11/Kaliwungu, Polsek Kaliwungu Selatan, Perhutani KPH Mugas, Damkar Sektor Kaliwungu, BPBD Kendal, serta dibantu warga setempat.

Pemadaman dilakukan secara manual dengan fokus melokalisir titik api agar tidak menjalar ke area hutan yang lebih luas.

 

Dandim: Respons Cepat Cegah Api Meluas

Komandan Kodim (Dandim) 0715/Kendal Letkol Inf. Ade Sohali, S.Sos., M.I.P. mengatakan, kecepatan respons menjadi kunci dalam menangani karhutla, terutama ketika kondisi vegetasi hutan sedang kering dan api berpotensi cepat merambat.

Baca Juga  MEMBUKA LEMBARAN PERTAMA 2026 :Teguh Kuncoro Mantabkan Kehadiran PRIMA di Karanganyar

Pernyataan itu disampaikan Dandim Kendal terkait pengerahan personel Babinsa setelah menerima laporan adanya titik api di kawasan Hutan Desa Darupono.

“Setelah menerima laporan mengenai titik api di kawasan Hutan Darupono, kami langsung menginstruksikan personel Babinsa terdekat untuk bergerak cepat melakukan lokalisir,” ujarnya.

Menurut Ade, langkah cepat tersebut diarahkan untuk mencegah api meluas dan mengurangi risiko kerusakan kawasan hutan maupun dampak asap terhadap masyarakat.

Ia menegaskan, keterlibatan TNI dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari respons kewilayahan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.

“Kinerja ini adalah wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat untuk mengantisipasi meluasnya dampak karhutla,” tegas Letkol Inf. Ade Sohali. 

Dandim juga mengapresiasi keterlibatan lintas instansi dan warga. Menurutnya, pemadaman karhutla membutuhkan kerja bersama karena kondisi medan sering kali menyulitkan pengerahan peralatan pemadam.

“Kami mengapresiasi kesigapan personel gabungan dan kepedulian warga sekitar yang bahu-membahu memadamkan api secara manual,” ungkapnya.

Baca Juga  Aktivis Sapudi Ingatkan Janji Pergantian Kapal Wichitra Dharma 1 Rute Kalianget–Sapudi–Jangkar

Perhutani: Serasah Kering Percepat Rambatan Api

Dari sisi pengelolaan kawasan hutan, petugas lapangan Perhutani KPH Mugas menyebut kondisi vegetasi kering menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah berkembang.

Serasah dan ranting yang mengering di lantai hutan menjadi bahan bakar alami. Ditambah embusan angin, api berpotensi merambat lebih cepat apabila tidak segera dilokalisir.

“Kondisi serasah dan ranting pohon yang sangat kering di kawasan Darupono ini membuat api sangat mudah tersulut dan merembet,” ujar petugas lapangan Perhutani KPH Mugas di lokasi kejadian.

Petugas Perhutani tersebut menilai koordinasi cepat antara aparat, Damkar dan masyarakat menjadi faktor penting sehingga kobaran api dapat dikendalikan sebelum mencapai tegakan pohon utama.

“Untungnya, koordinasi yang cepat dengan jajaran Kodim Kendal, Damkar, dan warga membuat penanganan berjalan efektif sebelum api merusak tegakan pohon utama,” ungkapnya.

Baca Juga  FORMADES Jepara Tanam 500 Bibit Durian dan Alpukat di Desa Lebiawu

Damkar: Masyarakat Jangan Lalai

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kendal, Bambang Djoko Pitono, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul masih tingginya potensi kebakaran di kawasan hutan dan lahan kering. Aktivitas pembakaran sampah maupun kelalaian kecil dapat menjadi pemicu kebakaran ketika kondisi lingkungan sangat mudah terbakar.

Bambang meminta masyarakat tidak membakar sampah di sekitar kawasan hutan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Api Padam, Pemantauan Berlanjut

Setelah dilakukan pemadaman selama beberapa jam, api di kawasan Hutan Desa Darupono akhirnya dinyatakan padam pada Jumat sore.

Meski kobaran telah berhasil dikendalikan, personel gabungan tetap melakukan pemantauan. Langkah ini untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang kembali memicu kebakaran.

Api memang telah padam. Namun, di tengah musim kemarau, kewaspadaan tetap harus menyala. 

Penulis: Fathurakhman