BERITADAERAHSOCIAL & BUDAYA

Benny Karnadi: Grebeg Gunungan Penguat Tradisi Berbagi Dan Harmonisasi Sosial

85
×

Benny Karnadi: Grebeg Gunungan Penguat Tradisi Berbagi Dan Harmonisasi Sosial

Sebarkan artikel ini

Kendal,Tombakrakyat.comWakil Bupati Kendal, Benny Karnadi didampingi istri, Niken Larasati membuka Grebeg Gunungan di Halaman Masjid Agung Kendal, Selasa (17/2/2026).

Grebeg Gunungan merupakan tradisi seremonial khas masyarakat Kendal dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan, sebagai wujud rasa syukur dan harapan akan keberkahan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi mengatakan Grebeg Gunungan bukan sekadar tradisi tahunan, namun menjadi simbol kebersamaan warga Kendal dalam menyambut Ramadan.

“Grebeg Gunungan ini adalah bentuk syukur masyarakat Kendal sekaligus tradisi yang mengajarkan kebersamaan dan semangat berbagi. Ini warisan budaya yang harus kita jaga bersama,” kata Benny Karnadi.

Sore itu, halaman Masjid Agung Kendal dipenuhi ribuan warga. Mereka memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan tradisi Grebeg Gunungan sekaligus berebut lepet, ketupat, sayuran, buah-buahan, dan berbagai hasil pertanian warga yang tersusun penuh makna dalam empat gunungan yang di arak berkeliling kota sebelum akhirnya tiba di halaman masjid untuk diperebutkan.Warga berebut isi gunungan bukan semata ingin membawa pulang ketupat atau hasil bumi, tetapi karena meyakini ada nilai berkah dan kebersamaan dalam tradisi turun-temurun itu.

Baca Juga  Polsek Pademangan Lakukan Monitoring dan Pengamanan Keberangkatan Massa Buruh ke Aksi Pra May Day 2026

“Grebeg Gunungan ini bukan hanya soal rebutan, tapi soal rasa syukur dan kebersamaan. Kami percaya ada berkahnya,” ujar salah satu warga Kendal di lokasi.

Tradisi Grebeg Gunungan juga dinilai mengajarkan nilai sederhana namun mendalam, yakni berbagi, saling menghormati, serta menjaga harmoni sosial. Di tengah perubahan zaman, tradisi semacam ini menjadi penguat identitas Kendal sebagai daerah yang tetap berdikari, berdaya, dan berakhlakul karimah.

Baca Juga  Sejumlah Wilayah di Kecamatan Bongas Terendam Banjir

“Melalui Grebeg Gunungan, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat. Saya berharap tradisi ini terus menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni sosial dan menumbuhkan kepedulian antarwarga.” jelas Wakil Bupati Kendal yang akrab di panggil Mas Benny tersebut.

Sebagian besar warga Kendal masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan usaha kecil. Karena itu, setiap hasil bumi yang diarak bukan hanya simbol budaya, melainkan juga simbol ketahanan ekonomi rakyat.

Baca Juga  Kirab Budaya Sadranan Desa Pereng Prambanan Jadi Wujud Pelestarian Tradisi Dan Gotong Royong Warga

“Gunungan ini hasil kerja petani. Jadi bukan sekadar tradisi, tapi juga simbol bahwa rakyat Kendal masih kuat lewat pertanian,” kata warga lainnya.

Mas Benny pun menyampaikan apresiasi kepada takmir Masjid Agung Kendal, para seniman, serta seluruh masyarakat yang terus menjaga tradisi ini tetap hidup. Ia menilai kemajuan daerah tidak boleh memutus akar budaya, melainkan harus menguatkannya.

Tradisi Grebeg Gunungan menjadi pengingat bahwa menyambut Ramadan bukan hanya soal ritual, tetapi juga memperkuat kebersamaan, memperbesar semangat berbagi, dan menjaga persatuan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *