TOMBAK RAKYAT.COM, BREBES – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan kunjungan langsung ke lokasi pengungsian warga terdampak bencana tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Rabu (18/2/2026).
Kedatangan Gubernur bertujuan untuk memastikan keselamatan 523 jiwa (175 KK) yang terdampak serta mempercepat langkah penanganan darurat.
Dalam tinjauan tersebut, Ahmad Luthfi berdialog langsung dengan para pengungsi di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menjamin keamanan warga dari potensi pergerakan tanah susulan yang masih aktif akibat curah hujan tinggi.
“Untuk tanah gerak ini, langkah paling tepat yang bisa dilakukan adalah memindahkan orang dan barang ke tempat yang lebih aman.
Saya minta warga jangan kembali dulu ke rumah masing-masing karena kondisinya masih sangat berbahaya,” tegas Luthfi di hadapan warga.
Sebagai langkah konkret, Gubernur menyerahkan bantuan dana operasional dan logistik dengan total nilai mencapai Rp175,97 juta.

Bantuan ini merupakan sinergi dari berbagai instansi seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga PMI Jawa Tengah.
Dana tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dasar di pengungsian, operasional dapur umum, hingga perbaikan fasilitas warga yang terdampak.
Data BPBD Brebes mencatat sedikitnya 143 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 10 rumah rusak berat dan 124 lainnya terancam ambles.
Selain hunian, dua tempat ibadah, dua fasilitas pendidikan, dan akses jalan desa sepanjang 700 meter juga turut terdampak.
Menanggapi kondisi ini, Gubernur Luthfi telah berkoordinasi dengan Badan Geologi dan KPH Perhutani untuk menyiapkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di lahan petak 34G yang dinilai lebih aman secara teknis.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, yang mendampingi kunjungan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas gerak cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Ia berharap dengan gotong royong dan bantuan yang telah disalurkan, beban masyarakat terdampak dapat segera teratasi dan proses relokasi dapat berjalan lancar.












