BERITAEdukasiNASIONALRELIGI

Sesepuh Kiyai Cibogo Kecewa Tidak Ditemui Gubernur Jawa Barat

156
×

Sesepuh Kiyai Cibogo Kecewa Tidak Ditemui Gubernur Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

Cirebon Kota – TombakRakyat.com  – Seorang tokoh ulama sesepuh Kiyai Cibogo, KH Ma’dun, menyampaikan kekecewaannya lantaran merasa tidak ditemui oleh Gubernur Jawa Barat dalam beberapa momentum resmi. Kekecewaan tersebut mencuat setelah rangkaian agenda kunjungan gubernur ke wilayah Cibogo, Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada Kamis, 5 Februari 2026 dalam acara haul Mbah Soleh.

Menurut kronologi yang disampaikan, saat itu KH Ma’dun berharap dapat bersilaturahmi langsung dengan orang nomor satu di Jawa Barat tersebut. Namun kesempatan tersebut tidak terwujud. Selanjutnya, ketika menerima undangan ke Gedung Sate di Bandung pada Rabu malam, KH Ma’dun berangkat dengan itikad baik untuk memenuhi undangan tersebut. Akan tetapi pada Kamis, 26 Februari 2026, saat berada di Balai Pananggeuhan, beliau kembali tidak berhasil bertemu langsung. Bahkan, menurut keterangan, komunikasi melalui protokoler tidak mendapatkan respons.

Baca Juga  Kapolres Majalengka Hadiri Forum Silaturahmi Serikat Pekerja Bersama Pemerintah dan Forkopimda

Kekecewaan itu kembali disampaikan KH Ma’dun saat ditemui awak media dalam acara buka bersama pada 1 Maret 2026. Ia mengaku merasa dipermainkan dan tidak mendapatkan penghormatan sebagaimana mestinya sebagai sesepuh yang selama ini aktif melayani masyarakat. Aktivitasnya yang padat dalam kegiatan sosial dan keagamaan dinilai menjadi bagian dari komitmennya terhadap umat, sehingga peristiwa tersebut cukup membekas secara emosional.

Baca Juga  Kodim 0614/Kota Cirebon Gelar Ziarah Rombongan HUT Kodam III/Siliwangi Ke-80 di TMP Kesenden.

Hingga rilis ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait peristiwa tersebut. Diharapkan adanya klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan antara tokoh masyarakat dan pemerintah daerah, serta menjaga kondusivitas dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Hisam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *