Karanganyar,TombakRakyat.com– Pimpinan dan kader Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) eks Karesidenan Solo Raya menggelar kegiatan saur bersama pada Selasa (3/3/2026) pukul 02.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jalan Lawu, Karanganyar, dan dihadiri kurang lebih 125 kader.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr. H. Sidqon Prabowo, S.H., M.H., beserta jajaran kader, termasuk anggota Banser dan Bagana dari berbagai kabupaten di wilayah Solo Raya.
Penguatan Soliditas dan Semangat Kebangsaan
Dalam sambutannya, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Sidqon Prabowo, memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh badan otonom Nahdlatul Ulama, khususnya GP Ansor dan Banser. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan, mempererat rasa kekeluargaan, serta terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui kegiatan-kegiatan positif.
“GP Ansor dan Banser harus tetap solid, menjaga persaudaraan, serta hadir di tengah masyarakat dengan kerja nyata yang membawa manfaat,” pesannya di hadapan para kader.
Kegiatan saur bersama ini merupakan agenda rutin tahunan yang digelar secara bergiliran di tiap kabupaten/kota wilayah eks Karesidenan Solo Raya. Tahun ini, Kabupaten Karanganyar mendapat kehormatan sebagai tuan rumah.
Majelis Zikir dan Laporan Kaderisasi
Rangkaian acara dilanjutkan dengan Majelis Zikir dan Shalawat Rijalul Ansor yang dipimpin oleh Gus Safii. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa saat para kader bersama-sama melantunkan zikir dan shalawat di pendopo.
Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan penyampaian laporan dari perwakilan dua kabupaten, sekaligus arahan terkait penguatan kaderisasi hingga tingkat Pimpinan Cabang (PC). Hal ini menjadi penegasan komitmen GP Ansor dalam membangun organisasi yang terstruktur, solid, dan berkelanjutan.
Acara kemudian ditutup dengan saur bersama dan ramah tamah, mempererat ukhuwah antar kader di bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan spiritual dan organisatoris GP Ansor eks Karesidenan Solo Raya dalam mengawal nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemasyarakatan.












