Bongas, Indramayu_ TombakRakyat.com – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, semangat masyarakat untuk meningkatkan ibadah semakin terasa. Hal ini terlihat di Musholla Baitul Itqon Bongas yang dipadati sekitar 120 jamaah saat pelaksanaan sholat malam dalam rangka menyambut Lailatul Qadar pada Selasa malam (10/03/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Bongas, tepatnya RT 004 RW 002, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu tersebut merupakan tradisi ibadah tahunan yang rutin dilaksanakan oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan pada satu malam saja, tetapi dilaksanakan setiap malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga malam ke-27. Tradisi ini telah berlangsung lama dan menjadi bagian dari kehidupan spiritual warga.
Rutinitas ibadah ini bermula sejak masa pendiri musholla, almarhum KH Imron Masyhadi. Sejak saat itu, kegiatan menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan keagamaan yang beliau tanamkan.
Antusiasme Jamaah dari Berbagai Kalangan
Sejak malam hari, area musholla sudah dipenuhi jamaah yang datang dari berbagai kalangan. Tidak hanya laki-laki dewasa, kegiatan ini juga diikuti oleh perempuan, pemuda – pemudi, hingga anak-anak. Kehadiran sekitar 120 jamaah menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan malam-malam istimewa di bulan Ramadhan.
Pelaksanaan sholat malam ini difokuskan pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Dalam ajaran Islam, malam Lailatul Qadar diyakini sebagai malam penuh kemuliaan yang nilai ibadahnya lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, banyak umat Muslim berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah pada waktu tersebut.

Rangkaian Ibadah yang Menenangkan Jiwa
Selain sholat berjamaah, kegiatan malam tersebut juga diisi dengan berbagai amalan yang bertujuan memperkuat spiritualitas jamaah, di antaranya :
I’tikaf – Berdiam diri di dalam musholla dengan niat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allahdengan banyak bersholawat dan berdzikir.
Dzikir bersama – Melantunkan tasbih, tahmid, dan doa sebagai bentuk pengagungan kepada Allah yang di pimpin oleh Ustadz MANSHURUDDIN.
Doa bersama – Memohon ampunan, keberkahan, serta harapan kebaikan di penghujung Ramadan serta dimasa mendatang.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan suasana khusyuk dan penuh hidmad, memberikan kesempatan bagi jamaah untuk merenung, memperbaiki diri, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta Alam Raya.
Menguatkan Nilai Ibadah dan Silaturahmi
Lebih dari sekadar ritual ibadah, kegiatan di Musholla Baitul Itqon Bongas juga memiliki nilai sosial yang penting. Kebersamaan dalam beribadah menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga Desa Bongas yang di lanjutkan sahur bersama.
Melalui kegiatan ini, musholla tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat Pendidikan (Kajian Mingguan, TPQ), Ekonomi (UMKM Ekonomi Jamaah), Kemanusiaan (Santunan Lansia, Yatim Piatu, Beasiswa Santri, Santunan Kesehatan, Santunan Kematian, Santunan Kemanusiaan & Mobil Layanan Kemanusiaan), Solidaritas, serta diskusi Perbaikan diri melalui NGO-PI Jurnalis – Pralegal (Mengedukasi Publik Speaking dan Melek Hukum), serta pembinaan spiritual (Jam’iyah Tahlil, Barzanji) dan kebersamaan masyarakat. Adapun Tradisi menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan yang telah diwariskan sejak masa almarhum KH Imron Masyhadi diharapkan terus terjaga sebagai sarana edukasi keagamaan bagi generasi muda sekaligus penguat nilai-nilai Kebersamaan, Melek Hukum serta Literasi Sosial di tengah masyarakat.












