BERITAEdukasiNASIONALPOLITIK & PEMERINTAHANProfile Tokoh

Anggaran MBG Membengkak hingga Ratusan Triliun, LEMI PB HMI Pertanyakan efektivitas Penggunaannya

5
×

Anggaran MBG Membengkak hingga Ratusan Triliun, LEMI PB HMI Pertanyakan efektivitas Penggunaannya

Sebarkan artikel ini

Jakarta,TombakRakyat.com_Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintah kini menuai kritik tajam seiring lonjakan anggaran yang mencapai ratusan triliun

rupiah. Sejumlah pihak mempertanyakan efektivitas, transparansi, serta arah kebijakan yang dinilai belum menyentuh akar persoalan gizi nasional.

Pemerintah terus meningkatkan anggaran MBG dari sekitar Rp71 triliun dalam APBN 2025 menjadi sekitar Rp99 triliun, bahkan ditargetkan melonjak hingga Rp335 triiliun pada 2026.

“Besarnya anggaran tidak otomatis menjamin keberhasilan program. Yang lebih

Baca Juga  1.790 Pasukan Oranye Disiagakan, Sampah Masih Jadi Titik Lemah Pengendalian Banjir Jakarta

penting adalah desain kebijakan dan sistem pengawasannya,” ujar Raihan selaku Sekdir

LEMI PB HMI tersebut.

Selain itu, kritik juga diarahkan pada prioritas anggaran pemerintah. Di tengah kebutuhan mendesak di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar, alokasi besar untuk MBG dinilai berpotensi menggeser fokus pembangunan yang lebih strategis.

Di tingkat individu, anggaran ditetapkan sekitar Rp15.000 per anak per hari, namun

realitasnya hanya sekitar Rp8.000–Rp10.000 yang benar-benar digunakan untuk bahan makanan, sementara sisanya untuk operasional dan distribusi.

Baca Juga  Inspektorat Karanganyar Periksa Peserta Seleksi Perangkat Desa Ngringo Terkait Dugaan KKN

“Jika dari Rp15 ribu hanya sebagian kecil untuk bahan makanan, maka yang perlu

dipertanyakan adalah struktur biaya dan efektivitasnya,” ujar seorang ekonom kebijakan publik”. Papar Sekdir LEMI PB HMI.

Selain itu kritik juga diarahkan ke pengadaan 21.801 unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional, langkah ini dianggap terkesan terburu-buru dan tidak mencerminkan empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Pengadaan ini membebani anggaran negara, jika 21 ribu motor di kalikan harga per

Baca Juga  Prof. Fery Agusman Resmi Dilantik Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan FERADI WPI

unit Rp. 42 Juta (diakui BGN) angkanya bisa mencapai triliuanan rupiah. Dasar sebesar ini

jauh lebih mendesak untuk dibelikan bahan pangan daripada motor listrik yang belu tentu bisa beroperasi di seluruh pelosok”, tegasnya.

Selain itu, Raihan selaku Sekdir LEMI PB HMI menyoroti adanya indikasi penunjukan langsung dalam paket pengadaan tersebut. “ Ya tentu metode ini sangat rentan

terhadap praktik, kolusi dan menyebabkan harga tidak kompetitif”. tutup Raihan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *