SOCIAL & BUDAYA

ARIFA: 3 Km Jalan Kaki Siswa Berprestasi Klaten Mengejar Mimpi

58
×

ARIFA: 3 Km Jalan Kaki Siswa Berprestasi Klaten Mengejar Mimpi

Sebarkan artikel ini

Klaten, Tombak Rakyat.com  – Arifa, siswi berprestasi asal Kabupaten Klaten, harus menempuh perjalanan sejauh tiga kilometer berjalan kaki setiap hari demi bisa bersekolah. Di tengah himpitan ekonomi keluarga, semangatnya meraih cita-cita tak pernah surut.
Selasa (27/1/2026). Di balik dinamika Kota Klaten, tersimpan kisah inspiratif tentang keteguhan hati seorang pelajar bernama Arifa. Siswa SMK Kristen 1 Klaten ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi dan bermimpi besar.

Arifa dikenal sebagai siswa berprestasi yang konsisten menempati jajaran atas peringkat kelas. Namun perjuangannya jauh lebih berat dibandingkan teman-teman seusianya. Setiap hari, ia berjalan kaki bersama dua adiknya sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju sekolah. Arifa bersekolah di SMK Kristen 1 Klaten, sementara adiknya menempuh pendidikan di SMP Negeri 6 Klaten.

Baca Juga  WLKB Dan Sinergi : Bakti Sosial Di Rusunawa Klaten Ungkap Realitas Sosial Yang Terlupakan  

Langkah kaki mereka menyusuri jalanan yang kadang terik, kadang becek, menjadi saksi keteguhan tekad untuk terus menuntut ilmu di tengah keterbatasan. Kisah pilu keluarga Arifa bermula ketika mereka terpaksa meninggalkan Rusunawa Klaten akibat tunggakan sewa yang mencapai Rp5 juta. Kondisi ekonomi keluarga semakin terpuruk setelah Hendro, sang ayah, jatuh sakit dan membutuhkan tindakan operasi.

Kini, keluarga Arifa yang berjumlah enam orang harus berhimpitan di sebuah hunian sederhana berukuran 3 x 3 meter di kawasan Pasar Pit, Bareng Lor, Klaten.

Hendro bekerja sebagai office boy di perusahaan penyedia layanan internet, sementara sang ibu mencari nafkah dari industri rumahan pembuatan sosis. Penghasilan yang minim memaksa keluarga ini berhemat dalam segala hal, termasuk kebutuhan pangan.“Sering kali mereka hanya bisa memasak setengah kilogram beras untuk makan seharian,” ujar Eva, tetangga yang kerap membantu keluarga Arifa. Meski hidup dalam keterbatasan, Eva mengaku kagum dengan sikap sopan dan budi pekerti Arifa serta adik-adiknya.

Baca Juga  FKUB Klaten Gelar "Kamulyaning Tirto" Edukasi Air dan Perkuat Toleransi Dalam Rangka HUT ke-27 

 

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Klaten menyatakan keterbatasannya dalam memberikan bantuan langsung. Kepala Dinas Sosial Klaten, Puspo Enggar Hastuti, SE, menjelaskan bahwa pihaknya terikat regulasi dalam penyaluran bantuan sosial.“Kewenangan kami terbatas pada warga yang belum terdata dalam Basis Data Terpadu (BDT), belum memiliki BPJS Kesehatan, atau membutuhkan alat bantu disabilitas. Itu pun harus melalui mekanisme pengusulan sesuai aturan,” jelasnya.

Baca Juga  Petugas Panitia Desa Ponggok Rebut Kertas Absen Wartawan, Diduga Ganggu Kerja Jurnalistik

 

Puspo menambahkan, Dinas Sosial terus berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Kisah Arifa menjadi potret nyata perjuangan ribuan anak Indonesia yang tetap berjuang menggapai mimpi di tengah keterbatasan. Semangat, ketekunan, dan keyakinannya menjadi inspirasi bahwa keadaan sulit bukan alasan untuk menyerah.Uluran tangan dari berbagai pihak sangat diharapkan agar dapat meringankan beban keluarga Arifa, sekaligus membuka jalan masa depan yang lebih cerah bagi dirinya dan adik-adiknya.

(Desi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *