Indramayu, TombakRakyat.com – Arus lalu lintas di Jalan Raya Arteri Lingkar Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengalami kemacetan parah pada Jumat (27/03/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Kepadatan terjadi di jalur utama Pantura dari arah Jakarta menuju Cirebon dengan antrean kendaraan mengular hingga kurang lebih 8 kilometer.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kemacetan didominasi kendaraan pribadi, bus antarkota, serta truk angkutan barang yang mulai kembali beroperasi setelah sebelumnya dibatasi selama masa arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.
Selain meningkatnya volume kendaraan, kepadatan diperparah oleh aktivitas di pertigaan lampu merah Widasari. Pembukaan kembali akses putar balik (U-turn) di titik tersebut memicu perlambatan arus karena kendaraan saling bersilangan, terutama pada jam sibuk menjelang malam.
Sejumlah pengemudi bus dilaporkan memilih jalur alternatif melalui Jatibarang–Karangampel guna menghindari kepadatan di titik utama. Sementara itu, arus kendaraan dari arah sebaliknya, yakni Cirebon menuju Jakarta, terpantau relatif lancar tanpa hambatan berarti.
Salah seorang pemudik asal Jawa Tengah yang hendak menuju Karawang, yang enggan disebutkan namanya, mengaku terjebak kemacetan cukup lama di kawasan tersebut. “Perjalanan jadi tersendat, terutama di sekitar lampu merah Widasari. Kendaraan nyaris tidak bergerak,” ujarnya.

Pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama karena kondisi penerangan yang masih terbatas di sepanjang jalur Lingkar Widasari hingga wilayah Celeng. Faktor visibilitas yang rendah berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Sebagai langkah antisipasi, pengendara yang menuju arah Cirebon disarankan mempertimbangkan jalur alternatif melalui Balongan, Indramayu, guna menghindari titik kepadatan. Selain itu, pengemudi diharapkan mematuhi rambu lalu lintas serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan.
“Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya segera beristirahat di tempat aman demi keselamatan bersama,” demikian imbauan yang disampaikan kepada para pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait rekayasa lalu lintas maupun penanganan kemacetan di lokasi tersebut. Situasi arus kendaraan dilaporkan masih padat merayap.












