BERITA

Bukan Sekadar Tanda Tangan: Getaran Komitmen Anti Kekerasan Menggema di CFD Klaten

158
×

Bukan Sekadar Tanda Tangan: Getaran Komitmen Anti Kekerasan Menggema di CFD Klaten

Sebarkan artikel ini

TOMBAKRAKYAT.COM — ​KLATEN – Di tengah hiruk pikuk Car Free Day (CFD) Alun-Alun Klaten pada Minggu pagi (30/11/25), terselenggara sebuah inisiatif yang mengubah atmosfer santai menjadi deklarasi moral publik yang serius. Dipimpin oleh Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPC Kabupaten Klaten, aksi damai ini berhasil menarik ratusan masyarakat, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pemegang janji melalui penandatanganan pakta integritas anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.
​Aksi ini, yang melibatkan sekitar 150 partisipan, menyoroti keberhasilan WKRI dalam menjangkau publik di luar lingkaran keorganisasiannya. Sekitar 80 warga umum turut serta, membuktikan bahwa isu perlindungan kelompok rentan telah menjadi perhatian utama warga Klaten.

Baca Juga  PGIN Kab Temanggung Gelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kegiatan


​Transformasi Keterlibatan Publik

​Berbeda dari sekadar sosialisasi, momentum inti kegiatan, yaitu penandatanganan pakta integritas, memiliki dampak psikologis yang mendalam. Dokumen ini mengubah status seseorang dari pendengar menjadi pemilik tanggung jawab.

​Ketua DPC WKRI Klaten, Kristiana Sriandayani, menjelaskan bahwa upaya ini disengaja untuk menciptakan rasa kepemilikan. “Pakta integritas ini lebih dari selembar kertas; ini adalah janji moral di depan publik. Ketika seseorang menandatangani, ia tidak hanya berjanji tidak akan melakukan kekerasan, tetapi juga berjanji untuk menjadi mata dan telinga bagi lingkungannya. Ini adalah transformasi dari sikap pasif menjadi sikap aktif dalam pencegahan,” ujar Kristiana.

Baca Juga  Bupati Tak Kunjung Muncul, Aksi Petani Tambak di Pendopo Indramayu Berujung Perusakan Fasilitas

​Kunci Pencegahan: Eliminasi Rasa Takut Melapor

​WKRI memahami bahwa akar masalah kekerasan sering kali tersembunyi di balik ketakutan korban untuk bersuara. Oleh karena itu, long march dan edukasi yang dilakukan anggota WKRI di sepanjang jalur CFD fokus pada penyebaran informasi tentang hak-hak korban dan jalur pelaporan yang aman.
​”Kami tahu, banyak korban memilih diam karena takut. Dengan adanya ikrar massal ini, korban di Klaten harus tahu bahwa mereka tidak sendiri. Ada ratusan warga dan organisasi yang telah berjanji untuk mendukung mereka. Keberanian melapor adalah fondasi penanganan, dan keberanian itu hanya bisa tumbuh jika ada ekosistem dukungan yang kuat dari komunitas,” tambah Kristiana.

Baca Juga  Longsor di Kaliboto Bener, Arus Purworejo–Magelang Dibuka Satu Jalur

​Diharapkan, getaran komitmen yang dihasilkan dari CFD ini akan terus berlanjut dan menjadi budaya baru di Klaten, memastikan bahwa janji yang ditandatangani di hari Minggu itu benar-benar diterjemahkan menjadi tindakan perlindungan yang nyata di tengah masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *