Purworejo – TombakRakyat.com, – 23 Maret 2026, Momentum Halal Bihalal Idul Fitri dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus pelestarian budaya melalui kegiatan soft opening Rumah Batik dan homestay “Omah Ngrapah” yang digagas oleh Ibu Yenty Ganasih. Kegiatan yang digelar di Dukuh Ngrapah, Kelurahan Doplang, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo ini berlangsung hangat dengan nuansa kebersamaan, sekaligus diisi diskusi budaya mengenai keberadaan dan masa depan batik asli Purworejo (Bagelenan).
Ibu Yenty Ganasih menyampaikan bahwa Omah Ngrapah hadir sebagai ruang promosi dan pemasaran batik tulis asli Purworejo. Batik ini memiliki corak khas yang diyakini lebih tua dibandingkan batik Yogyakarta, sehingga memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi.
Selain sebagai gerai batik, di Omah Ngrapah juga tersedia fasilitas homestay dengan dua kamar yang dapat digunakan oleh pengunjung yang ingin menginap dan merasakan suasana lokal secara lebih dekat.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wahyu Atmaji, Mayjen (Purn) Pratimun (mantan Dansesko AD), Dr. Ida Safitri, Prof. Coco, serta tokoh pengusaha Purworejo Bapak Wisnu Sadarmo yang dikenal dengan nama panggilan Pak Wing. Turut hadir pula rekan-rekan dari komunitas MG (Muda Ganesha), yang merupakan alumni SMA Negeri 1 Purworejo.
Hadir pula Bapak Angko Styarso Widodo, mantan Ketua DPRD Purworejo, yang memberikan dukungan terhadap pelestarian batik lokal. Saat diwawancarai awak media, ia menyampaikan, “Kami berharap batik asli Purworejo tidak hanya lestari, tetapi juga mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Perlu adanya inovasi dalam desain, penguatan kualitas, serta strategi pemasaran yang tepat agar batik Purworejo semakin dikenal luas.”
Ia menambahkan, “Kami juga berharap diaspora Purworejo dan pemerintah daerah dapat ikut ‘ndarbeni’ atau memiliki rasa kepemilikan terhadap budaya adi luhung ini, sehingga bersama-sama menjaga, melestarikan, dan memajukan batik khas Purworejo.”
Sementara itu, selaku owner, Ibu Yenty Ganasih juga menyampaikan, “Omah Ngrapah kami hadirkan sebagai gerai penjualan batik asli Purworejo, dan masyarakat dapat melakukan pemesanan berbagai motif batik melalui Omah Ngrapah.”
Ia menambahkan, “Harapannya, Omah Ngrapah bisa menjadi jembatan antara para perajin dengan masyarakat luas, sekaligus menjadi tempat singgah yang nyaman melalui fasilitas homestay yang tersedia.”
Para peserta yang hadir sepakat bahwa batik Purworejo merupakan bagian dari budaya adi luhung yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Selain itu, momentum Halal Bihalal ini juga menjadi penguat silaturahmi antar berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pelestarian budaya lokal.
Omah Ngrapah diharapkan dapat menjadi pusat promosi, edukasi, serta destinasi wisata budaya yang mampu memperkenalkan keindahan batik asli Purworejo kepada masyarakat luas. Dengan adanya inisiatif ini, pelestarian batik diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab perajin, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.













