TOMBAKRAKYAT RAMADHAN
Bayangkan suasana sahur yang tenang. Kompor masih berbunyi pelan, kopi mengepul di cangkir, dan obrolan mulai mengalir ringan. Di tengah suasana seperti itu, ada satu kisah nabi yang selalu menarik untuk diceritakan: kisah seorang raja yang kerajaannya bukan cuma diurus manusia, tapi juga jin, burung, bahkan angin. Dialah Nabi Sulaiman AS.
Kalau bicara tentang raja yang juga nabi, Sulaiman bisa dibilang paket lengkap. Ia adalah putra dari Nabi Dawud AS, raja besar Bani Israil yang juga terkenal dengan kebijaksanaannya. Sulaiman diperkirakan hidup sekitar abad ke-10 sebelum Masehi, kira-kira antara tahun 970 hingga 931 SM. Sejak muda ia sudah dikenal sangat cerdas. Bahkan dalam beberapa kisah, Sulaiman muda pernah memutuskan perkara hukum dengan cara yang membuat orang-orang tua di sekitarnya mengangguk kagum.
Namun yang membuat kisah Nabi Sulaiman begitu istimewa adalah mukjizat yang Allah berikan kepadanya. Tidak tanggung-tanggung, mukjizatnya seperti paket “super lengkap”. Ia bisa memahami bahasa hewan. Jadi kalau ada semut rapat darurat atau burung sedang gosip di dahan, kemungkinan besar Nabi Sulaiman mengerti isi pembicaraan mereka.
Al-Qur’an bahkan menceritakan satu momen menarik ketika pasukan besar Nabi Sulaiman sedang berjalan. Seekor semut tiba-tiba memperingatkan koloninya agar masuk ke sarang supaya tidak terinjak. Nabi Sulaiman mendengar itu, lalu tersenyum. Bayangkan seorang raja besar berhenti sejenak hanya karena mendengar “pidato keselamatan” dari seekor semut.
Selain itu, Nabi Sulaiman juga diberi kekuasaan atas bangsa jin. Para jin membantu membangun istana, bangunan megah, dan berbagai pekerjaan besar kerajaan. Kalau diibaratkan zaman sekarang, mungkin proyek pembangunan kerajaan Sulaiman adalah proyek infrastruktur paling cepat selesai di dunia.
Belum cukup sampai di situ, Nabi Sulaiman juga diberi kemampuan mengendalikan angin. Angin bisa membawanya bepergian jauh dalam waktu singkat. Perjalanan yang mungkin memakan waktu berbulan-bulan bagi orang biasa bisa ditempuh jauh lebih cepat olehnya.
Salah satu kisah paling terkenal dari kehidupan Nabi Sulaiman adalah pertemuannya dengan Ratu Bilqis dari negeri Saba. Semua bermula dari laporan seekor burung Hud-hud, yang bisa dibilang seperti “intel kerajaan”. Burung itu membawa kabar bahwa ada sebuah kerajaan besar yang dipimpin seorang ratu bijak, tetapi rakyatnya menyembah matahari.
Nabi Sulaiman kemudian mengirim surat kepada Ratu Bilqis. Setelah berbagai peristiwa menarik, sang ratu akhirnya datang mengunjungi kerajaan Sulaiman. Saat memasuki istana, ia melihat lantai yang sangat bening hingga tampak seperti air. Karena mengira itu kolam, Ratu Bilqis sempat mengangkat gaunnya. Ternyata itu lantai kaca yang sangat jernih. Di situlah ia menyadari kebesaran kerajaan Sulaiman sekaligus kekuasaan Allah, hingga akhirnya ia beriman.
Kisah wafat Nabi Sulaiman juga tidak kalah unik. Diceritakan bahwa beliau wafat dalam keadaan berdiri bersandar pada tongkatnya. Para jin yang sedang bekerja tidak mengetahui bahwa beliau telah meninggal. Mereka baru sadar setelah tongkat itu dimakan rayap dan tubuh Nabi Sulaiman pun jatuh. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa jin pun tidak mengetahui perkara gaib kecuali yang Allah izinkan.
Dari kisah Nabi Sulaiman kita belajar satu hal penting: kekuasaan besar tidak selalu membuat seseorang menjadi sombong. Meski memiliki kerajaan yang sangat luas dan luar biasa, Nabi Sulaiman tetap rendah hati dan selalu bersyukur kepada Allah.
Mungkin itulah pelajaran paling indah dari kisahnya. Bahwa sehebat apa pun kekuasaan yang dimiliki manusia, pada akhirnya yang membuat seorang pemimpin benar-benar mulia bukanlah besarnya kerajaan, melainkan kebijaksanaan, keadilan, dan rasa syukur yang selalu ia jaga.
Penulis :
Irwan Alimuddin Batubara, S.Sos.












