SOCIAL & BUDAYA

Paguyuban Penghayat Kapribaden Gelar Tasyakuran Wahyu Ponco Gaib: Merawat Tradisi, Menguatkan Kebebasan Kepercayaan

326
×

Paguyuban Penghayat Kapribaden Gelar Tasyakuran Wahyu Ponco Gaib: Merawat Tradisi, Menguatkan Kebebasan Kepercayaan

Sebarkan artikel ini

Purworejo — Paguyuban Penghayat Kapribaden menggelar Tasyakuran dalam rangka peringatan turunnya Wahyu Ponco Gaib di Aula Romo Semono, Desa Kalinongko, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Kamis (13/11/2025). Kegiatan berlangsung semarak sejak pagi hingga malam hari dan menjadi ruang perayaan spiritual sekaligus kultural yang dihadiri ribuan penghayat dari berbagai daerah.

Rangkaian agenda dimulai sejak pukul 07.00 hingga 18.00 WIB dengan ritual doa, sarasehan, serta kegiatan internal paguyuban. Pada malam harinya, perayaan dilanjutkan pukul 21.00 WIB dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan Dalang Ki Joko Kondo Buwono, menampilkan lakon “Wis Cici Wancine”, sebuah cerita yang sarat pesan moral dan spiritualitas Jawa.

Baca Juga  Komunitas Pasar Budaya Arahiwang Audiensi dengan Wakil Bupati Purworejo

Tak hanya menjadi ajang peringatan spiritual, kegiatan ini juga memuat aksi kemanusiaan melalui donor darah yang terbuka untuk masyarakat umum. Selain itu, kirab budaya turut memeriahkan suasana, diikuti perwakilan komunitas dari berbagai daerah di Jawa Tengah, serta peserta dari luar provinsi seperti Surabaya dan Bali. Kirab tersebut menampilkan ragam ekspresi budaya, busana tradisional, dan simbol kearifan lokal yang memperkaya nuansa acara.

Perhelatan ini menunjukkan bahwa komunitas penghayat kepercayaan tidak hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kebudayaan.

Baca Juga  Mantapkan Penguatan Organisasi, Formades Kendal Gelar Rapat koordinasi dan Sosialisasi Program Strategis DPP

Ketika Tradisi Menjaga Ruang Kebebasan

Di tengah dinamika masyarakat modern, komunitas penghayat kepercayaan kerap hadir dalam kesunyian—tidak selalu berada di pusat perhatian, namun tetap hidup dan berakar kuat dalam keseharian masyarakat. Peringatan Wahyu Ponco Gaib menjadi pengingat bahwa Indonesia bukan hanya kaya secara budaya, tetapi juga dalam ragam keyakinan yang tumbuh secara turun-temurun.

Kebebasan kepercayaan bukanlah isu pinggiran. Ia merupakan hak asasi yang dijamin konstitusi dan menjadi bagian penting dari keberagaman Indonesia. Kegiatan semacam ini menyampaikan pesan yang tegas namun sederhana: setiap warga negara, apa pun jalur spiritual yang ditempuh, memiliki hak yang sama untuk dirayakan, dihormati, dan difasilitasi. Dalam konteks itu, kehadiran negara dan masyarakat untuk menyediakan ruang aman bagi seluruh bentuk keyakinan adalah sebuah keharusan.

Baca Juga  Gubernur jateng Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Korban Bencana Pemalang "Paripurna"

Warisan yang Terus Disemai

Melalui tasyakuran ini, Paguyuban Penghayat Kapribaden menegaskan kembali komitmennya menjaga warisan budaya dan spiritual Nusantara. Peringatan Wahyu Ponco Gaib bukan semata ritual tahunan, melainkan perwujudan nilai kebersamaan, solidaritas kemanusiaan, serta penghormatan terhadap keberagaman kepercayaan yang menjadi kekuatan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *