BERITADAERAHPOLITIK & PEMERINTAHANTECHNOLOGI & PENDIDIKAN
109
×

Sebarkan artikel ini

BATANG,TOMBAK RAKYAT.COM – Guna meningkatkan kapasitas dan profesionalitas dalam penanganan darurat di lapangan, sebanyak 50 relawan dari berbagai organisasi kebencanaan di Kabupaten Batang mengikuti pelatihan intensif di Gedung Pramuka, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang dengan menghadirkan tim instruktur dari SAR Bumi Santri dan PPNI.

Pelatihan ini difokuskan pada dua materi krusial, yakni Confined Space Rescue (CSR) atau penyelamatan di ruang terbatas, serta Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Baca Juga  Kuwu Desa Pamengkang H. Kosasih Angkat Bicara Terkait Video Viral Ketegangan Proyek Perumahan Trusmiland Cirebon

Analis Kebencanaan BPBD Batang, Kholif Rahmawan, menjelaskan bahwa pembekalan ini bertujuan agar para relawan memiliki standar keilmuan yang mumpuni saat menghadapi situasi nyata.

“Relawan harus memiliki keilmuan dasar, misalnya bagaimana menangani korban yang tidak sadar atau mengevakuasi warga yang terjebak di ruang sempit seperti sumur.Pelatihan ini juga menjadi sarana menyatukan visi dan memperkuat koordinasi antarorganisasi,” ujar Kholif.

Baca Juga  Logo Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo telah Launching

Dalam sesi praktik, para relawan diajarkan teknik evakuasi korban yang terperosok ke dalam sumur serta prosedur pemberian pertolongan pertama sebelum bantuan medis tiba.

Foto :  sebanyak 50 relawan dari berbagai organisasi kebencanaan di Kabupaten Batang mengikuti pelatihan intensif di Gedung Pramuka, Minggu (7/6/2026).

Hal ini penting dilakukan mengingat relawan seringkali menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi kejadian ( first responder ).Salah satu peserta, Saifudin dari Relawan Rifa’iyah, menyambut positif kegiatan ini.

Baca Juga  Laporan 110! Polisi Gercep Sikat Dugaan Obat Terlarang di Rawabadak

Menurutnya, transfer ilmu dari tim SAR senior sangat dibutuhkan oleh relawan muda untuk mempercepat waktu respons (response time) di wilayah masing-masing, seperti di Bawang, Bandar, hingga Limpung.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh elemen relawan di Kabupaten Batang semakin mandiri, tangguh, dan profesional dalam menjalankan misi kemanusiaan serta meminimalisir risiko fatalitas pada korban bencana maupun musibah di lapangan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *