BATANG,TOMBAK RAKYAT.COM – Guna meningkatkan kapasitas dan profesionalitas dalam penanganan darurat di lapangan, sebanyak 50 relawan dari berbagai organisasi kebencanaan di Kabupaten Batang mengikuti pelatihan intensif di Gedung Pramuka, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang dengan menghadirkan tim instruktur dari SAR Bumi Santri dan PPNI.
Pelatihan ini difokuskan pada dua materi krusial, yakni Confined Space Rescue (CSR) atau penyelamatan di ruang terbatas, serta Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Analis Kebencanaan BPBD Batang, Kholif Rahmawan, menjelaskan bahwa pembekalan ini bertujuan agar para relawan memiliki standar keilmuan yang mumpuni saat menghadapi situasi nyata.
“Relawan harus memiliki keilmuan dasar, misalnya bagaimana menangani korban yang tidak sadar atau mengevakuasi warga yang terjebak di ruang sempit seperti sumur.Pelatihan ini juga menjadi sarana menyatukan visi dan memperkuat koordinasi antarorganisasi,” ujar Kholif.
Dalam sesi praktik, para relawan diajarkan teknik evakuasi korban yang terperosok ke dalam sumur serta prosedur pemberian pertolongan pertama sebelum bantuan medis tiba.

Hal ini penting dilakukan mengingat relawan seringkali menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi kejadian ( first responder ).Salah satu peserta, Saifudin dari Relawan Rifa’iyah, menyambut positif kegiatan ini.
Menurutnya, transfer ilmu dari tim SAR senior sangat dibutuhkan oleh relawan muda untuk mempercepat waktu respons (response time) di wilayah masing-masing, seperti di Bawang, Bandar, hingga Limpung.
Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh elemen relawan di Kabupaten Batang semakin mandiri, tangguh, dan profesional dalam menjalankan misi kemanusiaan serta meminimalisir risiko fatalitas pada korban bencana maupun musibah di lapangan.












