DAERAH

Jepara 477 Tahun : Kirap Budaya dan Spirit Perjuangan Ratu Kalinyamat Menyatukan Pemimpin dan Rakyat

29
×

Jepara 477 Tahun : Kirap Budaya dan Spirit Perjuangan Ratu Kalinyamat Menyatukan Pemimpin dan Rakyat

Sebarkan artikel ini

Jepara, TombakRakyat.com 9 April 2026 — Semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap sejarah leluhur terasa kuat dalam peringatan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan prosesi kirap budaya Buka Luwur, sebuah tradisi sakral yang sarat makna sejarah, spiritualitas, dan identitas daerah.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, S.E., bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, S.M., serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten dan unsur Forkopimda, hadir dan membaur langsung dengan masyarakat. Momentum ini tidak sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kedekatan antara pemimpin dan rakyat dalam menjaga warisan budaya.

Baca Juga  PKK Desa Bajangrejo Gelar Pertemuan Rutin Bulanan, Diisi Acara untuk Menyemarakkan dan Memperingati Hari Ibu

Rangkaian acara diawali dengan pertunjukan sendratari yang menggambarkan perjuangan heroik Ratu Kalinyamat, sosok pemimpin perempuan yang dikenal gigih melawan penjajahan dan menjadi simbol keberanian serta kedaulatan Jepara. Narasi sejarah ini menjadi pengingat kuat akan akar perjuangan yang membentuk jati diri masyarakat Jepara hingga hari ini.

Prosesi kirap Buka Luwur kemudian dimulai dari Pendopo Kabupaten Jepara menuju kompleks makam Ratu Kalinyamat di Desa Mantingan, Kecamatan Jepara. Iring-iringan berlangsung khidmat, menampilkan pasukan berkuda yang merepresentasikan tokoh Ratu Kalinyamat, diikuti oleh Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran Forkopimda.

Baca Juga  Aneh Bin Ajaib Ada Aroma Tak Sedap Rp 17,7 Miliar Temuan BPK RI di Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Diduga Aparat Penegak Hukum  Tutup Mata Dan Tutup Telinga

Setibanya di lokasi, acara dilanjutkan dengan tahlil, prosesi penggantian luwur makam Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadirin, serta doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat setempat. Suasana religius dan penuh khidmat menjadi penutup rangkaian kegiatan, sekaligus simbol rasa syukur dan harapan bagi kemajuan Jepara ke depan.

Peringatan Hari Jadi ke-477 ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan refleksi nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan penghormatan terhadap sejarah. Dari kirap budaya hingga doa bersama, Jepara menunjukkan bahwa kekuatan daerah tidak hanya terletak pada pembangunan, tetapi juga pada kemampuan menjaga warisan leluhur dan memperkuat ikatan sosial antara pemimpin dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *