DAERAHBERITAWarta Desa

TANGGUL BLOK R GRAND CIKARANG VILLAGE KRITIS, WARGA DESAK PENGEMBANG DAN PEMERINTAH SEGERA BERTINDAK

25
×

TANGGUL BLOK R GRAND CIKARANG VILLAGE KRITIS, WARGA DESAK PENGEMBANG DAN PEMERINTAH SEGERA BERTINDAK

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Bekasi,TombakRakyat.com_ Kondisi tanggul di Perumahan Grand Cikarang Village, khususnya di Blok R, saat ini kian mengkhawatirkan dan menuai keresahan warga. Tanggul yang berada di sisi aliran air tersebut dinilai belum memiliki kekuatan yang memadai, meskipun sebelumnya telah dilakukan pemasangan bronjong sebagai upaya penahan tanah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian tanggul menunjukkan tanda-tanda penurunan, terutama di area ujung. Selain itu, pergerakan tanah mulai terlihat dan berpotensi semakin memburuk ketika terjadi peningkatan debit air akibat kiriman dari hulu.

Baca Juga  Libatkan HATTRA di Pos Mudik, Dinkes Indramayu Dinilai Lepas Tangan Soal Dukungan Petugas

Warga menilai bahwa penanganan yang telah dilakukan sejauh ini belum optimal dan belum mampu menjamin keamanan lingkungan sekitar. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya longsor susulan yang dapat membahayakan permukiman di sekitar tanggul.

“Sudah dipasang bronjong, tapi belum maksimal. Kalau ada kiriman air, tanah makin bergerak. Di bagian ujung juga sudah mulai turun, kami khawatir bisa longsor lagi,” ujar salah satu warga.

Baca Juga  GRIB Jaya Kendal serukan penolakan dan perlawanan terhadap Debtcollector(Matel) lewat pemasangan spanduk/MMT

Situasi ini memunculkan pertanyaan terkait kualitas dan perencanaan konstruksi tanggul yang ada. Warga menilai diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur penahan tanah yang telah dibangun, agar tidak menimbulkan risiko berkelanjutan.

Warga secara tegas mendesak pihak pengembang untuk tidak mengabaikan kondisi ini dan segera melakukan perbaikan yang lebih kuat dan permanen. Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan turun tangan melakukan pengawasan serta memastikan adanya penanganan yang cepat dan tepat.

Baca Juga  Strategi Mandiri Fiskal, Bupati Kendal Tekankan BUMD Jadi Motor Penggerak PAD

Menurut warga, keterlambatan penanganan hanya akan memperbesar risiko yang ada, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi peningkatan debit air sewaktu-waktu.

Hingga saat ini, warga masih menunggu langkah konkret dari pihak terkait guna memastikan keamanan lingkungan serta mencegah terjadinya longsor yang dapat menimbulkan dampak lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *