BERITAEKONOMI & BISNIS

Perjuangan Muh Sabilan, Pelaku UMKM Difabel yang Bertahan di Tengah Kenaikan Harga

21
×

Perjuangan Muh Sabilan, Pelaku UMKM Difabel yang Bertahan di Tengah Kenaikan Harga

Sebarkan artikel ini

PURWOREJO, TombakRakyat.com – Kenaikan harga bahan baku plastik dan kebutuhan pokok berdampak langsung pada pelaku UMKM minuman siap saji di Desa Jatiwangsan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Harga kemasan gelas plastik yang meningkat memaksa pelaku usaha menyesuaikan harga jual produk.

Jika sebelumnya satu gelas minuman dijual seharga Rp1.500, kini naik menjadi Rp2.000 atau meningkat Rp500 per gelas. Kondisi ini turut dirasakan Muh Sabilan, pelaku UMKM sekaligus penyandang disabilitas yang tetap berjuang mandiri di tengah tekanan ekonomi.

Dengan keterbatasan yang dimiliki, Muh Sabilan tetap menjalankan usaha produksi minuman segar yang kini mampu memproduksi sekitar 190 gelas per hari. Jumlah itu menurun dibanding sebelumnya yang bisa mencapai 400 hingga 500 gelas per hari akibat kenaikan harga bahan baku yang berdampak pada daya produksi dan penghasilan.

Baca Juga  BAZNAS Majalengka Perkuat Tata Kelola dan Inovasi Zakat Lewat Studi Banding ke Garut

Di tengah kondisi sulit tersebut, Muh Sabilan menunjukkan semangat pantang menyerah. Ia memilih terus berusaha tanpa bergantung pada bantuan orang lain, meski harus menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Salah Satu Produk Muh Sabilan

Perjalanan hidupnya pun tidak mudah. Ia pernah berada dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Bahkan demi memastikan pendidikan anak pertamanya yang masih duduk di bangku SMP tetap berlanjut, ia terpaksa menitipkan sang anak ke sebuah yayasan.

Baca Juga  Tujuh Anak Terseret Ombak di Pantai Indah Kemangi(PIK),Dua Anak Meninggal Dunia

Muh Sabilan mengaku kenaikan harga bahan baku sangat mempengaruhi keberlangsungan usahanya, termasuk penghasilan para pelaku UMKM lain di desanya. Melalui Pemerintah Desa Jatiwangsan, ia berharap ada dukungan atau bantuan bagi pelaku usaha kecil, terutama untuk meringankan beban akibat naiknya harga bahan baku.

“Harapan saya usaha ini bisa terus berjalan dan berkembang, sehingga bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan memberikan masa depan lebih baik untuk anak-anak,” ungkapnya.

Baca Juga  Bangunan Diwarnai Dugaan Prostitusi Dibongkar Paksa, Ternyata Milik......

Kini Muh Sabilan hidup bersama istrinya, Siti Marfungah, dan anak mereka yang masih balita. Di tengah keterbatasan, ia tetap menyimpan harapan besar untuk membangun kehidupan yang lebih sejahtera melalui usaha yang dirintisnya.

Kisah Muh Sabilan menjadi potret nyata ketangguhan pelaku UMKM di tengah tekanan ekonomi. Lebih dari itu, perjuangannya menunjukkan pentingnya dukungan pemerintah dan lingkungan sekitar dalam membantu masyarakat kecil bangkit, bertahan, dan mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *