Purworejo, TombakRakyat.com – Dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang pengusaha rental mobil berinisial IWS (36), istrinya UFA (30), serta rekan bisnisnya Ir (35), yang diketahui sebagai owner Len Trans Sucen, berakhir damai melalui mediasi secara kekeluargaan.
Peristiwa ini mencuat setelah IWS selama beberapa bulan terakhir menaruh kecurigaan adanya hubungan khusus antara istrinya dengan Ir, yang selama ini juga memiliki hubungan bisnis dengannya.
Puncak kejadian terjadi pada Minggu (26/4/2026), saat IWS menerima informasi bahwa UFA berada di salah satu hotel di wilayah Kabupaten Purworejo. Atas informasi tersebut, IWS kemudian mendatangi lokasi dengan didampingi pihak hotel serta disaksikan sejumlah awak media.
Sekitar pukul 00.30 WIB, Senin dini hari (27/4/2026), IWS melakukan pengecekan ke salah satu kamar dan mendapati UFA berada di dalam kamar bersama Ir. Di dalam kamar tersebut juga ditemukan MAA (3), anak balita dari pasangan IWS dan UFA.
Meski sempat diliputi emosi, IWS tidak melakukan tindakan kekerasan. Permasalahan kemudian diselesaikan melalui jalur mediasi dan berakhir secara damai.
IWS menegaskan bahwa persoalan tersebut akan tetap diselesaikan secara pribadi. Ia juga menyatakan akan mengembalikan istrinya kepada pihak keluarga.
“Saya akan segera urus dan kembalikan dia ke keluarganya. Bagi saya, selingkuh itu penyakit,” tegas IWS.
Sementara itu, Ir menyampaikan penyesalan atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa. Ia juga menyatakan akan mengembalikan UFA kepada suaminya.
“Saya tidak akan mengulangi lagi dan akan mengembalikan UFA kepada suaminya. Saya sampai terlibat sejauh ini karena merasa dibohongi terkait status pernikahannya,” ujar Ir.
Dari hasil penelusuran awak media, diketahui bahwa kamar hotel tersebut didaftarkan menggunakan identitas orang lain berinisial AS, warga Desa Cangkrep Kidul. Informasi ini diperoleh berdasarkan konfirmasi kepada pihak hotel yang merujuk pada data identitas saat proses check-in.
Dengan demikian, pihak hotel diduga tidak mengetahui bahwa kamar tersebut digunakan oleh pasangan yang diduga memiliki hubungan terlarang, karena proses pemesanan tidak menggunakan identitas kedua pihak yang berada di dalam kamar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan rumah tangga tidak hanya berdampak pada internal keluarga, tetapi juga dapat meluas ke ranah sosial dan lingkungan sekitar.












