BERITADAERAH

Karanganyar Menari

94
×

Karanganyar Menari

Sebarkan artikel ini

 

 

 

Karanganyar

TombakRakyat.com

Karanganyar – Ribuan pasang mata di sepanjang Jalan Solo – Tawangmangu, Kompleks Perkantoran Kabupaten Karanganyar, tertuju pada gelaran Tari Massal yang digelar pada Minggu, 3 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar bersama Kostaka (Komunitas Sanggar Tari Karanganyar).

 

Acara yang masih dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia (World Dance Day) yang jatuh pada 29 April 2026 ini diikuti oleh sekitar 100 penari yang berasal dari 10 sanggar tari di berbagai daerah Kabupaten Karanganyar. Mereka datang dari Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Karangpandan, Tawangmangu, Jenawi, hingga Jatipuro.

Baca Juga  Palang Merah Indonesia Kab. Aceh Tenggara bersama MPC Pemuda Pancasila salurkan bantuan untuk korban banjir

 

Seluruh sanggar dikoordinasikan oleh Saudari Rindu Puspita Lokananta Sari, yang kesehariannya berprofesi sebagai Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Menurut Rindu, antusiasme para penari muda sangat tinggi meskipun persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.

 

“Kami ingin menumbuhkan minat generasi muda terhadap budaya lokal, sekaligus melestarikan tarian tradisional. Tari massal ini menjadi bukti bahwa anak muda Karanganyar cinta seni,” ujar Rindu di sela-sela acara.

Baca Juga  Apel Potensi Masyarakat Polsek Penjaringan, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

 

Acara dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung meriah. Puncak kemeriahan terjadi ketika Bupati Karanganyar, Rober Christanto, beserta istri hadir dan berkenan ikut menari bersama para peserta. Bupati dengan lincah membawakan Tari Tayub di tengah puluhan penari. Kehadirannya disambut antusias oleh penonton yang memadati tepi jalan, tak henti-hentinya memberikan applaus meriah.

 

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Tari adalah warisan lebur yang harus kita jaga bersama. Dengan menari, kita tidak hanya sehat, tetapi juga menghidupkan budaya,” ujar Bupati Rober Christanto usai menari.

Baca Juga  Inayah Wahid dan Ketua BEM UGM Siap Kawal Sidang Vonis Botok Cs di PN Pati

 

Pukul 09.00 WIB, acara resmi ditutup. Para penari yang didominasi kaum muda tampak bergembira meskipun keringat bercucuran membasahi wajah mereka. Senyum dan tawa menghiasi akhir pekan mereka, meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang menyaksikan.

 

Dengan suksesnya gelaran ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar berharap Tari Massal dapat menjadi agenda tahunan yang terus melibatkan generasi muda dalam pelestarian seni tradisional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *