BERITAEKONOMI & BISNIS

Petani Zaman Now: Bertani, Berkarya, dan Menghasilkan Lewat TikTok. 

55
×

Petani Zaman Now: Bertani, Berkarya, dan Menghasilkan Lewat TikTok. 

Sebarkan artikel ini

Purworejo, TombakRakyat.com, – Kerugian ratusan juta rupiah yang pernah dialami di sektor pertanian tidak membuat Dwi Setiyo Rahadi menyerah. Justru dari titik terendah itu, ia menemukan jalan baru, menggabungkan pertanian dengan dunia digital melalui media sosial. Lewat akun TikTok Hore Farm, Dwi membangun ekosistem agrikultur modern yang tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga membuka peluang ekonomi.

 

Perjalanan tersebut kini menjadi sumber inspirasi bagi puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR). Dalam kegiatan pelatihan videografi yang digelar di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jumat (1/5/2026), mahasiswa diajak melihat bahwa konten digital bukan sekadar hiburan, melainkan alat untuk bertahan dan berkembang di tengah disrupsi zaman.

Baca Juga  Imbas Perbaikan Jalan Pantura Brangsong, Jalur Alternatif Panggangayom Kendal Lumpuh Total Pagi Ini

 

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika angkatan 2024 bersama anggota UKM Sains dan Teknologi mengikuti pelatihan yang diampu oleh dosen Isnaeni Maryam, M.Pd. Berbeda dari pelatihan videografi pada umumnya, kegiatan ini menitikberatkan pada bagaimana sebuah konten mampu menciptakan nilai ekonomi.

Dok istimewa

Dwi memperkenalkan konsep “Fakultas Pertanian Terbuka” melalui akun TikTok @horefarm24. Ia menjadikan platform tersebut sebagai ruang belajar bagi petani muda, dengan konten yang membahas praktik pertanian modern—mulai dari penggunaan fungisida hingga teknologi drone sprayer.

Baca Juga  Polsek Koja Respon Cepat Laporan Sajam dan Insiden Warga Mabuk

 

Kisah Dwi menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari inovasi. Di tengah tantangan sektor pertanian yang kian kompleks, pendekatan kreatif melalui media sosial membuka harapan baru—tidak hanya bagi petani, tetapi juga generasi muda yang ingin berkontribusi.

 

Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya belajar membuat video, tetapi juga memahami bagaimana ide, kreativitas, dan teknologi dapat bersatu untuk menciptakan peluang. Dari sawah hingga layar ponsel, semangat untuk beradaptasi dan berinovasi menjadi kunci menghadapi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *