WONOSOBO,TOMBAK RAKYAT.COM– Bertempat di area Kafe Jamu “Asiri Syifa”, jajaran pimpinan RS PKU Muhammadiyah Wonosobo bersama Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, secara resmi mendeklarasikan peluncuran Layanan Kesehatan Tradisional serta Pusat Rehabilitasi Medik dan Terapi Fisik pada Sabtu (9/5/2026).
Acara peresmian ini menandai langkah progresif RS PKU Muhammadiyah Wonosobo sebagai pelopor integrasi pengobatan medis modern dengan kekayaan herbal nusantara di wilayah Wonosobo.
Dalam suasana yang hangat di Kafe Jamu, Bupati Afif Nurhidayat menyaksikan langsung fasilitas yang memadukan konsep klinis dengan kearifan lokal.
Kolaborasi Strategis untuk Kesehatan Masyarakat
Direktur RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, dr. Dedi Prasetya, menjelaskan bahwa kehadiran layanan Asiri Syifa merupakan jawaban atas tingginya minat masyarakat terhadap pengobatan alternatif yang aman.
Layanan ini mencakup klinik herbal, akupunktur, hingga bekam yang seluruhnya diawasi oleh tenaga medis tersertifikasi.
“Kami mensinergikan pengobatan tradisional ini agar tidak kontradiksi dengan layanan dokter. Semua ramuan jamu telah dikaji secara ilmiah melalui saintifikasi jamu,” ujar dr. Dedi.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini.
Beliau menekankan bahwa Wonosobo memiliki potensi alam yang luar biasa untuk pengembangan tanaman obat.

“Nenek moyang kita sudah lama memanfaatkan jahe dan kencur. Di RS PKU Muhammadiyah ini, praktik tersebut diformalkan dengan ilmu pengetahuan dan tenaga ahli, sehingga masyarakat memiliki pilihan pengobatan yang aman dan terpercaya,” ungkap Bupati Afif.
Program Sister Hospital
Pengembangan layanan ini juga mendapat pengawalan ketat dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta melalui program Sister Hospital.
Hal ini menjamin bahwa tata kelola dan kompetensi SDM di layanan kesehatan tradisional RS PKU Muhammadiyah Wonosobo memenuhi standar nasional.
Dengan adanya deklarasi ini, diharapkan RS PKU Muhammadiyah Wonosobo dapat menjadi rujukan utama bagi pasien, terutama penderita penyakit kronis, yang ingin mendapatkan terapi komplementer yang holistik dan saintifik.












