TOMBAK RAKYAT.COM ,KENDAL-Banjir rob atau air laut pasang masih merendam permukiman warga di Kelurahan Karangsari dan Bandengan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, dengan kondisi air yang tak kunjung surut dalam beberapa waktu terakhir.(27/11/2025)
Situasi ini menyebabkan kerepotan bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan memicu kekhawatiran akan timbulnya masalah kesehatan di lingkungan mereka.
Ratusan kepala keluarga di dua kelurahan tersebut terdampak langsung oleh genangan air rob, yang membuat akses jalan dan rumah sulit dilalui. Berbagai aktivitas dasar warga, seperti bekerja atau bersekolah, menjadi terhambat.

Kekhawatiran Kesehatan Masyarakat
Dengan adanya genangan air kotor yang bercampur dengan sampah, warga dihadapkan pada risiko penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), diare, dan infeksi kulit.
Penyakit kulit, seperti gatal-gatal dan kutu air, dilaporkan menjadi keluhan paling umum di posko-posko kesehatan darurat yang didirikan di lokasi banjir, seperti di TPQ Al Irsyad Karangsari.
Petugas kesehatan setempat telah mengimbau warga untuk menggunakan alas kaki yang aman, seperti sepatu bot, saat beraktivitas di area yang terendam untuk mencegah penyakit.

Harapan Warga kepada Pemerintah Daerah
Nardi, salah satu warga Karangsari, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini. “Sudah lama kami mengalami rob setiap tahunnya.
Kami berharap ada langkah jelas dari Pemda, baik bupati maupun wakil bupati, untuk mengatasi banjir rob ini secara permanen, bukan hanya penanganan darurat,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang, seperti pembangunan tanggul laut yang lebih kokoh atau normalisasi saluran air, agar mereka dapat hidup tenang tanpa ancaman banjir rob yang terus berulang.
Pemerintah Kabupaten Kendal sendiri sebelumnya telah menyatakan fokusnya untuk menangani persoalan banjir rob di wilayah pesisir dan mengusulkan pembangunan tanggul laut sebagai solusi.












