TOMBAKRAKYAT.COM, KENDAL – Beberapa sungai di Kabupaten Kendal tertutup sampah, Wakil Bupati Kendal protes Gubernur Jateng lantaran sungai di Kendal yang menjadi kewenangan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah tersebut sepertinya telah dibiarkan dangkal menahun karena sampah. Salah satunya Sungai Aji di depan Pasar Gladag Kaliwungu yang sudah bertahun tahun tidak ada normalisasi sehingga saat hujan besar, banjir merendam melumpuhkan aktivitas pasar. Juga kali Bodri yang tahun kemarin menenggelamkan 3 desa dan sungai Kendal yang di depan masjid agung Kendal.
Seperti kembali ke stelan pabrik, jiwa aktivis Mas Benny, sapaan akrab Wakil Bupati Kendal tersebut bergejolak. Beliaupun pun memprotes keras Gubernur Jawa Tengah, atas kurangnya koordinasi dengan Unit Pelayanan Dinas (UPD) Pusda Taru Propinsi Jawa Tengah dalam pengerukan Sungai Aji yang belum juga direalisasikan.
“Masyarakat tidak mau tahu kewenangan sungai itu siapa, yang penting sungai itu segera dinormalisasi, saya akan ngomong ke Gubernur langsung, karena sudah bicara dengan Kepala Pusda Taru Jateng via telpon, belum ada jawaban yang maksimal” pernyataan itu disampaikan mas Benny sesaat sebelum memberikan jawaban Bupati dalam rapat paripurna bersama DPRD Kendal, Rabu 29 Oktober 2025.

Tidak hanya protes. Sebagai pecinta alam yang peduli lingkungan, mas Benny tidak bisa berdiam diri melihat pendangkalan sungai karena sampah. Beliau bersama Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, dan warga juga turun langsung kerja bakti bersih bersih di Sungai Aji, Kaliwungu, (Sabtu,01/11/25).
Pemkab Kendal gerak cepat. Dalam waktu dekat, Sungai Aji bakal dikeruk pakai anggaran BTT Rp.150 juta. Karena sampah dan lumpur yang sudah menyatu sama tanah tidak bisa dibersihkan secara manual. Perlu eskavator mini buat masuk ke titik sempit yang banyak kabel bawahnya.
“Alhamdulilah, setelah kami diskusikan dengan ibu Bupati, Sekda, Dandim, Kapolres dan Dinas PUPR. Ibu Bupati sepakat lakukan intervensi dengan anggaran Kabupaten untuk normalisasi didepan Pasar Gladag” jelas mas Benny seusai kerja bakti.“
“Ini adalah tanggung jawab moral. Pemerintah hadir, rakyat bergerak bareng. Karena kalau kita jaga sungai, berarti kita jaga hidup kita sendiri. Jangan buang sampah ke sungai. Bersih sungainya, tenang warganya.” pesan mas Benny.
Mas Benny juga meyakinkan bahwa akan terus speak up sampai suaranya terdengar di gedung berlian, dan pemerintah Propinsi Jawa Tengah lebih serius dalam menangani masalah pendangkalan sungai.












