BLITAR, TombakRakyat. com— Upaya mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pemanfaatan teknologi digital mulai digarap serius di Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Program bertajuk “Digitalisasi Pengembangan Unit Usaha BUMDes Sejahtera” kini memasuki tahap pematangan, hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kalangan akademisi, pegiat teknologi, dan pemerintah pusat.
Inisiasi ini digagas oleh Program Studi Bisnis Digital Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, dengan pendekatan tidak hanya berfokus pada digitalisasi administratif, tetapi juga penguatan ekosistem ekonomi desa berbasis teknologi.
Program pemberdayaan tersebut bertumpu pada tiga pilar utama, yakni UPN Veteran Jawa Timur sebagai penggerak akademik dan pendamping teknis, Relawan TIK Indonesia yang fokus pada literasi serta implementasi teknologi di lapangan, serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sebagai penyelaras kebijakan dan penguatan daya saing desa.
Sinkronisasi program dilakukan melalui pertemuan daring pada Kamis, 16 April 2026. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Program Studi Bisnis Digital UPN Veteran Jatim, Sugiarto, M.Kom., Mujianto, S.E., M.T. bersama tim Pusat Pengembangan Daya Saing Desa (Pusdaing) Kemendes PDT, serta Ansori dari Pegiat Desa Nusantara.
Dalam forum tersebut, para pihak menyepakati delapan tahapan strategis sebagai fondasi digitalisasi BUMDes Sejahtera. Tahapan tersebut mencakup persiapan dan konsolidasi tim, audit potensi desa, penyusunan model bisnis digital, hingga pembangunan platform dan katalog produk UMKM.
Selain itu, program juga menekankan pentingnya transfer pengetahuan melalui pelatihan literasi digital bagi pengelola BUMDes, evaluasi berkelanjutan terhadap sistem yang dibangun, serta diseminasi hasil sebagai bagian dari strategi keberlanjutan.
Sugiarto menyampaikan bahwa saat ini draf proposal tengah difinalisasi dengan fokus pada integrasi antara kurikulum bisnis digital dan kebutuhan riil desa. “Kami ingin memastikan bahwa solusi yang dihadirkan bukan sekadar tampilan digital, tetapi benar-benar menjadi alat produktivitas ekonomi bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Ansori menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan implementasi nyata konsep pentahelix, yang menggabungkan peran akademisi, komunitas, dan pemerintah dalam pembangunan desa berbasis inovasi.
Sementara itu, Mujianto dari Kemendes PDT berharap program ini mampu mendorong BUMDes Sejahtera menjadi lokomotif ekonomi desa yang modern, transparan, dan kompetitif. “Kami menargetkan model ini dapat direplikasi sebagai contoh nasional dalam pengembangan BUMDes berbasis digital,” katanya.
Dengan sinergi yang terbangun, Desa Kemirigede diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan daya saing ekonomi lokal, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas hingga ke tingkat global.












