BERITAPOLITIK & PEMERINTAHANRELIGI

Bupati Batang Luncurkan Program Dana Pensiun RP 1,2 M Untuk 6.600 Guru Madin

155
×

Bupati Batang Luncurkan Program Dana Pensiun RP 1,2 M Untuk 6.600 Guru Madin

Sebarkan artikel ini
TOMBAK RAKYAT.COM, BATANG – Dalam rangka memperingati Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) tingkat Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang meluncurkan program dana pensiun bagi sekitar 6.600 guru Madrasah Diniyah (Madin) di wilayahnya.
Program ini diresmikan oleh Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, pada puncak istighotsah di Jalan Veteran Batang, Minggu (1/2/2026) malam.
 Bupati Faiz Kurniawan menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap dedikasi para guru Madin yang selama ini kurang mendapatkan jaminan masa tua.

 Meskipun ada pembahasan mengenai sumber dana yang terkait dengan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), Bupati menegaskan bahwa kesejahteraan guru Madin adalah prioritas utama. “Setahun sebenarnya nggak terlalu besar, sekitar Rp1,1 sampai Rp1,2 miliar.

Foto : Bupati Batang M.Faiz Kurniawan dan ketua Tanfidziyah PWNU jateng  Gus Rozin(KH.Abdul Ghaffar Rozin saat menghadiri Acara Istighosah kubro Harlah NU ke-100 di Alun2 jl.Veteran  Batang.Minggu,1/2/2026

Tapi kan punya benefit yang cukup besar kepada guru madin yang selama ini mereka tidak memiliki dana pensiun ketika purna tugas,” tambahnya.Untuk pendataan, pemerintah daerah akan bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) yang telah memverifikasi penerima insentif daerah.

Baca Juga  Polsek Pademangan Lakukan Monitoring dan Pengamanan Keberangkatan Massa Buruh ke Aksi Pra May Day 2026

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) menjelaskan bahwa pemilihan Batang sebagai lokasi perayaan Harlah NU Satu Abad tingkat Jawa Tengah didasarkan pada posisi geografisnya yang strategis, yang mudah dijangkau dari berbagai penjuru Jawa Tengah. 

Selain peluncuran dana pensiun, rangkaian Harlah ini juga diisi dengan Apel Kemanusiaan yang melibatkan berbagai badan otonom NU seperti Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU, hingga Pagar Nusa. Kegiatan ini menunjukkan komitmen NU untuk hadir dalam isu-isu krusial masyarakat, termasuk penanganan bencana. Acara dilanjutkan dengan istighotsah untuk mendoakan keberkahan NU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *