BERITAPOLITIK & PEMERINTAHANTECHNOLOGI & PENDIDIKAN

Sinergi Pekalongan Raya: Ubah Masalah Sampah Jadi Berkah Energi Listrik

205
×

Sinergi Pekalongan Raya: Ubah Masalah Sampah Jadi Berkah Energi Listrik

Sebarkan artikel ini
TOMBAK RAKYAT.COM,PEKALONGAN -Empat pemerintah daerah di kawasan Pekalongan Raya resmi menyatukan langkah untuk mengatasi krisis sampah melalui inovasi teknologi.
Momentum bersejarah ini ditandai dengan penandatanganan Surat Pernyataan Kesiapan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan bertempat di Cinlong Restaurant kota pekalongan jateng, Selasa (24/2/2026).
Langkah kolaboratif ini melibatkan Pemerintah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang.
Keempat pimpinan daerah sepakat bahwa pengelolaan sampah tidak lagi bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui skema aglomerasi regional yang terintegrasi.
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid (Aaf), menegaskan bahwa proyek PSEL ini merupakan solusi inovatif untuk masalah klasik.
“Masalah sampah ini klasik, tapi penyelesaiannya harus inovatif. Kita beruntung ada pihak swasta, PT L-Energi Green Solution, yang membawa progres lengkap hingga ke tingkat kementerian,” ujar Aaf.
Foto : prosesi penandatanganan nota kesepakatan (Muo) tentang program Teknologi ramah lingkungan PSEL di Cinlong Restaurant kota pekalongan. Selasa 24/2/2026

Beberapa poin penting dari proyek strategis ini antara lain:

Baca Juga  Peringati Hari Ibu Ke-97 : 155 Organisasi Wanita Gelar Seminar Perempuan
  • Kapasitas Besar: Fasilitas ini dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari, yang pasokannya akan dipenuhi secara kolektif oleh empat daerah tersebut.
  • Tanpa Beban APBD: Skema pembiayaan pembangunan dirancang sedemikian rupa sehingga tidak membebani anggaran daerah masing-masing.
  • Lokasi Strategis: Fasilitas PSEL akan dibangun di Kota Pekalongan dengan pertimbangan aksesibilitas yang dekat dengan gerbang tol, memudahkan mobilisasi sampah dari luar kota.
  • Teknologi Ramah Lingkungan: Berbeda dengan TPA konvensional, PSEL bekerja seperti PLTU namun menggunakan sampah sebagai bahan bakar di dalam ruang tertutup, sehingga meminimalisir bau dan dampak lingkungan.
Kepala DLH Kota Pekalongan, Joko Purnomo, menambahkan bahwa surat kesiapan ini akan segera diteruskan ke Gubernur dan Kementerian Lingkungan Hidup.
Diharapkan, proyek ini tidak hanya membersihkan wilayah Pekalongan Raya, tetapi juga menjadi percontohan nasional dalam kemandirian energi berbasis pengolahan limbah.
Dengan hadirnya PSEL, tumpukan sampah yang selama ini menjadi beban diharapkan dapat berubah menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *