TOMBAK RAKYAT. COM,Jakarta – Lembaga survei Adidaya Institute baru-baru ini merilis hasil survei nasional terbarunya yang menyoroti berbagai isu sosial yang berkembang di masyarakat, termasuk isu lama mengenai dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam pemaparan hasil survei, Ahmad Fadhli (kiri pada gambar) bersama rekan-rekannya, Dr Bramastyo Bontas Prastowo dan Rahman Toha Budiharto, mengungkapkan bahwa isu tersebut masih menjadi perhatian, namun masyarakat tampak masih… (sambungan kalimat dari sumber terpotong, namun konteksnya menunjukkan masyarakat tidak terlalu terpengaruh).
Isu ijazah palsu Jokowi sendiri sebelumnya telah diselidiki secara mendalam oleh pihak berwenang.
Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara dan penyelidikan komprehensif, termasuk memeriksa 31 saksi dari rekan sekolah, rekan kuliah, dan pihak Universitas Gadjah Mada (UGM).

Hasil penyelidikan Bareskrim menyimpulkan bahwa ijazah Jokowi di SMA Negeri 6 Solo dan Fakultas Kehutanan UGM adalah asli.
Pihak UGM juga telah memberikan klarifikasi resmi dan menegaskan bahwa Joko Widodo adalah alumni Fakultas Kehutanan UGM yang lulus pada tahun 1985, dengan ijazah yang sah dan asli.
Bareskrim bahkan membandingkan dokumen ijazah asli milik Jokowi dengan tiga rekan seangkatannya di UGM dan menemukan kecocokan, menyatakan tidak ada tindak pidana dalam laporan yang diajukan.
Survei dari lembaga lain seperti Poltracking Indonesia juga menunjukkan bahwa mayoritas publik (56,8%) tidak mempercayai isu ijazah palsu Jokowi tersebut.
Meski isu ini terus dihembuskan, hasil investigasi resmi dan survei publik cenderung mengarah pada penegasan keaslian dokumen akademik Presiden ketujuh RI tersebut.












