Bekasi —TombakRakyat.com Banjir yang melanda Desa Karang Sentosa, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, sejak 18 Januari berdampak pada 269 Kepala Keluarga (KK) di dua Rukun Tetangga (RT). Hingga kini, warga terdampak masih bertahan di sejumlah lokasi penampungan karena kondisi rumah belum sepenuhnya layak huni dan aktivitas warga belum kembali stabil.
Berdasarkan data di lapangan, warga terdampak berada di RT 20 sebanyak 112 KK dan RT 21 sebanyak 157 KK. Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan disertai meluapnya aliran sungai yang merendam ratusan rumah warga.
Untuk sementara, warga mengungsi di beberapa titik penampungan, di antaranya tempat bimbingan belajar (bimbel) Genius, musholah, serta rumah warga sekitar yang tidak terdampak banjir. Pasca banjir, banyak rumah masih dipenuhi lumpur dan sisa genangan air sehingga warga belum dapat beraktivitas secara normal.

Pemerintah setempat terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan pangan tetap tersalurkan kepada warga terdampak. Selain bantuan makanan, pemerintah juga menyalurkan air bersih serta pakaian layak pakai melalui pemerintah desa dengan dukungan pihak kecamatan, BPBD, dan instansi terkait.
Salah satu warga terdampak, Abdurohim, menyampaikan harapannya.
“Kami berharap banjir segera surut supaya bisa kembali ke rumah dan berbenah tempat tinggal. Kami juga berharap pemerintah memberikan solusi terbaik agar ke depan bencana banjir tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Warga berharap penanganan pascabanjir tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga disertai langkah konkret dan solusi jangka panjang untuk mencegah banjir kembali terjadi di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Karang Sentosa masih bertahan di lokasi penampungan dan berupaya menjalani aktivitas seadanya sambil menunggu kondisi benar-benar pulih.












