TOMBAK RAKYAT.COM, KENDAL – Kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal mulai menunjukkan tren penurunan pada Selasa (20/1/2026).
Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah memperingatkan para pengguna jalan untuk tetap waspada karena akses transportasi masih terganggu oleh genangan air.
Berdasarkan laporan terbaru dari Kabid Pengendalian Operasi BPBD Jateng, Armin Nugroho, banjir yang dipicu oleh cuaca ekstrem sejak Kamis (15/1) lalu kini memiliki ketinggian air yang bervariasi antara 5 hingga 40 sentimeter.
Meski di beberapa titik mulai surut, air masih menutupi badan jalan, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah.
“Ketinggian air di jalanan dan pemukiman masih fluktuatif. Di Kecamatan Brangsong, misalnya, jalanan di Desa Turunrejo dan Purwokerto masih tergenang hingga 40 sentimeter.

Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna kendaraan, untuk berhati-hati saat melintas guna menghindari lubang jalan yang tidak terlihat atau risiko kendaraan mogok,” ujar Armin dalam keterangannya, Selasa (20/1).
Data BPBD mencatat tujuh kecamatan terdampak, meliputi Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Brangsong, Pegandon, Ngampel, Kendal, dan Ringinarum. Beberapa titik yang masih tergenang cukup tinggi di antaranya:
- Kecamatan Kaliwungu: Desa Sarirejo dan Wonorejo (10–40 cm).
- Kecamatan Rowosari: Desa Bulak, Pojoksari, dan Gempolsewu (10–30 cm).
- Kecamatan Kendal Kota: Kelurahan Banyutowo (15–30 cm) dan Karangsari.
Selain genangan di jalan raya, BPBD juga mengeluarkan alarm waspada terkait kondisi infrastruktur sungai.
Beberapa tanggul dilaporkan dalam kondisi kritis, di antaranya tanggul Sungai Blukar di Tanjungmojo dan Kedunggading, serta tanggul Sungai Bodri di Desa Lanji.
Pemerintah daerah meminta warga tetap siaga, mengingat debit air sungai sewaktu-waktu dapat kembali meningkat jika hujan lebat kembali turun di wilayah hulu.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan evakuasi atau informasi terkini, dapat memantau kanal resmi BPBD Kabupaten Kendal.












