BERITADAERAHEKONOMI & BISNIS

Di Tengah Sorotan Bantuan Tak Tepat Sasaran, Warga Krandegan Justru Pilih Graduasi Mandiri dari PKH

146
×

Di Tengah Sorotan Bantuan Tak Tepat Sasaran, Warga Krandegan Justru Pilih Graduasi Mandiri dari PKH

Sebarkan artikel ini

TombakRakyat.com — Purworejo.
Ketika publik tengah ramai membahas persoalan bantuan sosial yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran, justru muncul kabar positif dari Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Sebanyak 16 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) memilih mengundurkan diri secara sukarela setelah merasa kondisi ekonomi mereka sudah membaik.

Keputusan ini muncul tanpa paksaan, murni dari kesadaran pribadi masing-masing keluarga. Langkah tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa sebagian warga memiliki kedewasaan sosial untuk menilai bahwa mereka sudah tidak lagi layak menerima bantuan.

Baca Juga  Negara Hadir disaat Pendidik Mulai Terusik

Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, memberi apresiasi tinggi atas keputusan itu.
“Di tengah banyaknya keluhan soal bantuan yang salah sasaran, warga kami justru memberi contoh berbeda. Mereka menunjukkan integritas dan kejujuran yang luar biasa. Ini adalah sikap yang sangat patut dicontoh,” ungkapnya.

Tidak hanya mengapresiasi, Dwinanto juga mendorong warga lain yang merasa sudah cukup dari sisi ekonomi untuk mempertimbangkan mengikuti langkah serupa.
“Bantuan sosial itu prioritasnya untuk keluarga yang benar-benar membutuhkan. Jika ada warga yang merasa sudah mapan, kami harap mereka berani mengambil keputusan yang sama,” tambahnya.

Baca Juga  Menteri LH Hanif Faisol Tinjau TPA Tanjungrejo Kudus,Peringatkan Sangsi"Open Dumping"

Pendamping PKH Krandegan, Hendrawan, menegaskan bahwa keluarnya 16 KPM tersebut menunjukkan keberhasilan proses pemberdayaan.
“Tujuan PKH adalah mengangkat keluarga rentan agar suatu hari dapat mandiri. Ketika ada yang lulus dengan kesadarannya sendiri, itu berarti program berjalan sesuai harapan,” jelasnya.

Salah satu warga, Rintih, yang mewakili rekan-rekannya, menyatakan bahwa keputusan mereka diambil dengan penuh kesadaran.
“Selama ini PKH sangat membantu keluarga kami. Setelah keadaan mulai stabil, kami sepakat mundur agar bantuan bisa diberikan kepada warga lain yang lebih membutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga  Sosialisasikan Empat Pilar, Denty Ajak Kelompok Tani Dalami Nilai Luhur Bangsa

Di tengah riuh perdebatan soal validitas data penerima bantuan, langkah mandiri 16 keluarga dari Krandegan ini menjadi angin segar. Mereka membuktikan bahwa keberhasilan program sosial bukan hanya soal jumlah penerima, melainkan berapa banyak keluarga yang berhasil bangkit dan memilih hidup mandiri.

Pemerintah Desa Krandegan berharap semangat positif ini menular ke warga lainnya, seiring berbagai program pemberdayaan ekonomi yang terus berjalan di desa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *