BERITASPOT NEWS

Hujan Subuh Picu Genangan di Jalan Kenanga Sunter Agung, Lalu Lintas Lumpuh Saat Jam Sibuk

116
×

Hujan Subuh Picu Genangan di Jalan Kenanga Sunter Agung, Lalu Lintas Lumpuh Saat Jam Sibuk

Sebarkan artikel ini

Jakarta Utara — TombakRakyat.com Hujan yang mengguyur Jakarta sejak pukul 04.00 WIB menyebabkan genangan air di Jalan Kenanga, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (29/1/2026) pagi. Genangan terpantau sekitar pukul 07.19 WIB dan menutup sebagian badan jalan, tepat saat arus lalu lintas memasuki jam sibuk.

Pantauan di lokasi menunjukkan air menggenang di beberapa lajur jalan dengan ketinggian bervariasi. Kondisi tersebut memaksa kendaraan roda dua dan roda empat melaju perlahan. Sepeda motor terlihat ekstra berhati-hati menghindari licinnya permukaan jalan, sementara mobil bergerak tersendat hingga memicu antrean panjang.

Baca Juga  Camat Krangkeng Resmi Buka O2SN 2026, Ratusan Siswa SD Adu Prestasi dan Sportivitas

Genangan yang terjadi bersamaan dengan waktu berangkat kerja dan sekolah berdampak langsung pada mobilitas warga. Waktu tempuh meningkat signifikan, sementara percikan air dari kendaraan yang melintas memperburuk visibilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.

Kawasan Sunter Agung dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Warga menilai kapasitas saluran drainase di sekitar Jalan Kenanga tidak sebanding dengan volume air hujan, sehingga air kerap meluap ke badan jalan dan sulit surut.

Baca Juga  Jalan Sehat Bersama Kemenag Karanganyar Meriahkan Hari Amal Bakti ke-80

“Kalau hujan pagi, sudah pasti tergenang. Motor harus pelan, macet, dan rawan jatuh,” kata seorang pengendara yang melintas.

Hingga genangan terpantau, belum terlihat upaya penanganan di lapangan, baik penyedotan air maupun pengaturan lalu lintas oleh petugas terkait. Akibatnya, kemacetan berlangsung cukup lama hingga air berangsur surut dengan sendirinya.

Warga mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan. Mereka menilai solusi darurat saat hujan tidak cukup tanpa pembenahan menyeluruh pada sistem drainase dan pengelolaan aliran air di kawasan Sunter Agung. Tanpa langkah konkret, genangan diperkirakan akan terus berulang dan mengganggu aktivitas warga setiap musim hujan.

Baca Juga  Kemenag Temanggung Perkuat Kesejahteraan dan Profesionalisme Guru Madrasah

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *