TOMBAKRAKYAT.COM, YOGYAKARTA –Dunia musik dan pergerakan aktivisme Indonesia berduka. Johnsony Maharsak Lumban Tobing, atau yang lebih dikenal sebagai John Tobing, pencipta lagu legendaris ‘Darah Juang’, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (25/2/2026) malam.
Sang maestro mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, Yogyakarta, pada pukul 20.45 WIB.
Kepergian sosok yang menjadi simbol semangat perlawanan mahasiswa ini dikonfirmasi langsung oleh rekan dekatnya, Joko Utomo.
“Iya benar (John) meninggal di RSA UGM pukul 20.45 WIB,” ujar Joko saat dihubungi wartawan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, John sempat dilarikan ke rumah sakit pada waktu subuh di hari yang sama sebelum akhirnya dinyatakan wafat.
Meskipun penyebab pasti kematiannya belum diumumkan secara resmi oleh pihak keluarga, John diketahui sempat menjalani perawatan intensif akibat stroke pada Desember 2025 lalu.
Warisan Sang Aktivis
Nama John Tobing melekat erat dalam sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia.

Liriknya yang membangkitkan semangat membela rakyat kecil menjadikannya simbol keberanian bagi lintas generasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih melakukan rembukan terkait rencana pemakaman dan informasi lebih lanjut mengenai pelepasan sang maestro.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi para aktivis, seniman, dan seluruh masyarakat yang pernah tergerak oleh bait-bait lagu perjuangannya.
Selamat jalan, Bang John. Suaramu akan terus bergema dalam setiap barisan perjuangan.













Selamat Jalan bang Jhon