TOMBAKRAKYAT.COM — KLATEN – Kabupaten Klaten terus mengukuhkan posisinya sebagai barometer kerukunan umat beragama di Indonesia. Memasuki penghujung tahun 2025, Kantor Kemenag Kabupaten Klaten bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) meluncurkan peta jalan strategis untuk memperkuat moderasi beragama melalui transformasi kelembagaan dan inovasi pendidikan.
Kepala Kankemenag Klaten, H. Khumaidin S.Ag.,M, Ag. menegaskan bahwa kerukunan di Klaten kini beralih dari sekadar slogan menjadi gerakan yang terukur. Dalam Refleksi Akhir Tahun di Kantor Pusat Edukasi Kerukunan, di komplek Gedung Graha Bung Karno Selasa (30/12), ia mengapresiasi langkah FKUB yang mulai menggunakan analisis SWOT dalam menyusun rencana strategis tahun 2026.
“Kemenag hadir untuk memastikan bahwa kerukunan di Klaten adalah hasil dari perencanaan yang matang dan saintifik. FKUB bukan lagi sekadar pemadam kebakaran saat ada konflik, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah,” ujar Khumaidin.
Tiga Pilar Penguatan 2026
Kankemenag Klaten menetapkan tiga fokus utama yang akan dikawal pada tahun mendatang:
Penguatan Literasi: Mengoptimalkan Pusat Edukasi Kerukunan sebagai ruang inklusif bagi generasi muda.
Deteksi Dini: Mengintegrasikan peran penyuluh agama di tingkat kecamatan dengan tokoh FKUB untuk memetakan potensi gesekan masyarakat.
Harmonisasi Kebijakan: Memastikan prosedur pendirian rumah ibadah dan kegiatan keagamaan berjalan sesuai regulasi tanpa mencederai kerukunan.
Inovasi PKUB Sekolah: Menanamkan Toleransi Sejak Dini
Salah satu terobosan yang paling menarik perhatian adalah rencana pembentukan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) di tingkat sekolah, khususnya SMA dan SMK.
Langkah ini diambil untuk memecah sekat-sekat organisasi kerohanian siswa yang selama ini masih bersifat eksklusif pada masing-masing agama. Dengan adanya PKUB Sekolah, diharapkan siswa dari berbagai latar belakang keyakinan memiliki wadah bersama untuk berinteraksi.
“Di tingkat SLTA, siswanya sangat heterogen. Kami ingin ada payung besar yang melingkupi semua agama di sekolah. Jika anak-anak kita sudah terbiasa saling menghormati di kelas, maka suasana nyaman akan tercipta dengan sendirinya,” tambah Khumaidin.
Capaian Nasional
Upaya masif ini didasari oleh prestasi gemilang di tahun 2025, di mana FKUB Klaten dinobatkan sebagai FKUB dengan kinerja terbaik se-Indonesia. Prestasi ini turut membawa dampak positif bagi instansi vertikal, termasuk penghargaan bagi Kanwil Kemenag Jawa Tengah sebagai penggerak FKUB terbaik.
Acara refleksi tersebut ditutup dengan penyerahan dokumen rekomendasi strategis kepada Bupati Klaten sebagai bentuk legalitas dukungan kebijakan berbasis kerukunan untuk tahun 2026. Melalui edaran Bupati, diharapkan pembentukan PKUB di tingkat sekolah dapat mulai terealisasi pada awal tahun depan.












